BPJN NTT Tangani 70 Paket Proyek Infrastruktur 2026, Progres Pekerjaan Masih On Track
Kupang, SonafNTT-News.com. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah NTT. Pada Tahun Anggaran 2026, BPJN NTT menangani sebanyak 70 paket pekerjaan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, dengan progres pelaksanaan yang hingga saat ini masih berada pada jalur yang sesuai target (on track).
Kepala Satuan Kerja PJN II NTT, Andria Muharami Fitra, menjelaskan bahwa puluhan paket pekerjaan tersebut mencakup kegiatan perencanaan, pengawasan, preservasi jalan, pembangunan jembatan, hingga jasa konsultansi yang menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di NTT.
“Untuk PJN II, kami melaksanakan tiga paket perencanaan dan tujuh paket pengawasan. Paket perencanaan mencakup desain jembatan, penanganan longsoran, hingga perencanaan long segment. Sedangkan pengawasan dilakukan di wilayah Timor, Rote, Sumba, Flores, termasuk pengawasan khusus di Lewotobi,, serta peningkatan Jalan Raknamo sepanjang 2,7 kilometer,” jelas Andria kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Dari total 70 paket yang dikerjakan, terdapat 24 paket preservasi jalan, 6 paket jembatan, dan 12 paket jasa konsultansi. Menurut Andria, hasil evaluasi lapangan menunjukkan rata-rata progres fisik pekerjaan masih berada di atas target yang telah ditetapkan.
Selain fokus pada pekerjaan tahun 2026, BPJN NTT juga mencatat capaian penting pada Program Jalan Inpres Daerah Tahun 2025. Seluruh paket pekerjaan yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp300 miliar dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT telah berhasil diselesaikan.
“untuk paket pekerjaan Jalan Inpres Daerah dan paket M-Waisi: Skema atau mekanisme pelaksanaan pekerjaan secara bertahap atau multi-tahun (multiyears), Tahun 2025 semua sudah di laksanakan sedangkan untuk program berikutnya, saat ini masih mengacu pada Peraturan Presiden. Pemerintah daerah mengusulkan melalui aplikasi Sintia, kemudian kami melakukan verifikasi sebelum dilaporkan ke Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Menuruntnta, Keberhasilan menyelesaikan proyek Jalan Inpres Daerah sekaligus menjaga progres puluhan paket pekerjaan tahun 2026 menjadi indikator bahwa pembangunan infrastruktur di NTT terus bergerak maju. Di tengah tantangan geografis yang kompleks, mulai dari wilayah kepulauan, kondisi topografi yang beragam, hingga ancaman bencana seperti longsor dan erupsi gunung api, BPJN NTT berupaya memastikan setiap proyek berjalan sesuai standar teknis dan mutu yang telah ditetapkan.
Andria menegaskan bahwa kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh paket yang sedang berjalan diawasi secara ketat agar menghasilkan infrastruktur yang aman, tahan lama, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa, Jalan dan jembatan yang memadai dinilai menjadi kunci utama dalam memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan
