Penanganan Longsor Henes–Motamasin Capai 45 Persen, Konektivitas Perbatasan Kian Terjamin
Atambua, SonafNTT-News.com. Upaya pemerintah menjaga kelancaran akses transportasi di wilayah perbatasan terus menunjukkan hasil positif. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur saat ini terus mempercepat penanganan longsoran pada ruas jalan strategis Henes–Motamasin di Kabupaten Belu. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai 45 persen.
Ruas jalan Henes–Motamasin merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia. Karena itu, percepatan penanganan longsor menjadi prioritas guna memastikan mobilitas warga tetap berjalan aman dan lancar.
Perwakilan pelaksana proyek dari CV.Claudia Yohanes Nahak Klau menjelaskan bahwa capaian progres tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim di lapangan meskipun harus menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.
“Progres pekerjaan hingga saat ini sudah mencapai 45 persen. Capaian ini berkat kerja sama semua tim meskipun terkadang hujan turun secara tidak menentu,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Proyek penanganan longsoran dengan nilai kontrak sebesar Rp9,8 miliar itu mencakup dua titik longsor di ruas Henes–Motamasin menuju wilayah Laktutus. Saat ini pekerjaan teknis terus berjalan, termasuk pengerjaan bore pile dan investigasi geoteknik sebagai bagian dari langkah penguatan struktur lereng.
Penggunaan konstruksi bore pile dipilih karena dinilai mampu memberikan stabilitas yang lebih kuat terhadap kondisi tanah di lokasi longsoran. Langkah ini sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk meminimalkan risiko pergerakan tanah yang dapat mengganggu akses jalan.
Ia menambahkan penanganan Henes Motamasin bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan konektivitas kawasan perbatasan dan menjamin keselamatan pengguna jalan
