Preservasi Jalan Nasional Kefamenanu–Halilulik–Atambua Lampaui Target, Progres Capai 71,28 Persen dan Kualitas Jadi Prioritas

Screenshot_20260729-095644_All PDF Reader

Kefamenanu,SonafNTT-News.com.Komitmen Upaya pemerintah memperkuat konektivitas kawasan perbatasan di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Satuan Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2, Rianto, ST, memastikan bahwa pekerjaan preservasi Jalan Nasional ruas Kefamenanu–Halilulik–Atambua berjalan sesuai harapan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Hingga akhir Juli 2027, progres fisik pekerjaan telah mencapai 71,28 persen, jauh di atas rencana sebesar 61,995 persen. Capaian tersebut menghasilkan deviasi positif sebesar 9,133 persen, yang mencerminkan pelaksanaan pekerjaan berlangsung lebih cepat dari jadwal tanpa mengabaikan aspek mutu.

Menurut Rianto, percepatan pekerjaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga menempatkan kualitas konstruksi sebagai prioritas utama. Jalan nasional yang menghubungkan kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini memiliki peran strategis sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah.

“Seluruh pekerjaan terus dikendalikan agar tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan Kementerian PUPR,” jelas Rianto kepada wartawan pada Rabu 29/7/2026.

Capaian positif juga terlihat pada berbagai item pekerjaan. Penanganan rutin jalan mencatat realisasi 66,244 persen, melampaui target 42,869 persen, atau deviasi positif 23,375 persen. Sementara pekerjaan holding mencapai 93,096 persen dari target 81,381 persen, dengan deviasi positif 11,7 persen.

Tidak hanya itu, pembangunan fasilitas keselamatan jalan mulai menunjukkan progres melalui pemasangan berbagai perlengkapan jalan. Penanganan fasilitas keselamatan jalan telah mencapai 5,964 persen, sementara pemasangan rambu-rambu lalu lintas terealisasi 5,378 persen. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan risiko kecelakaan di ruas nasional tersebut.

Pada sektor preservasi koridor logistik, progres rehabilitasi minor telah mencapai 86,862 persen, melampaui target 78,619 persen. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi kelancaran distribusi barang dan jasa yang selama ini mengandalkan jalur nasional tersebut sebagai penghubung utama antar wilayah.

Perhatian pemerintah juga menyasar daerah tertinggal dan kawasan perbatasan. Rehabilitasi minor untuk preservasi jalan pada wilayah tersebut telah mencapai 46,378 persen, lebih tinggi dibanding target 41,518 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan yang merata hingga wilayah terluar Indonesia.

Sementara itu, preservasi jalan yang mendukung kawasan sentra pangan juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Realisasi pekerjaan telah mencapai 44,939 persen, melampaui target 39,069 persen. Kondisi ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kemajuan serupa terlihat pada pekerjaan preservasi jalan akses transportasi dengan realisasi 44,664 persen dari target 39,501 persen. Di sektor jembatan, rehabilitasi pada koridor logistik telah mencapai 66,164 persen dari target 39 persen, sedangkan rehabilitasi jembatan yang mendukung kawasan sentra pangan mencatat progres 74,302 persen, jauh melampaui target 30,395 persen.

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa Deretan capaian tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan nasional di wilayah perbatasan tidak sekedar mengejar angka progres. Lebih dari itu, pekerjaan diarahkan untuk menciptakan konektivitas yang andal, meningkatkan keselamatan perjalanan, mempercepat arus logistik, memperkuat sektor pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Ia menegaskan bahwa dengan progres yang konsisten melampaui target, optimisme terhadap penyelesaian pekerjaan tepat waktu semakin menguat. Kehadiran jalan dan jembatan yang berkualitas diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing kawasan perbatasan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya pada ruas Jalan Nasional Kefamenanu– Halilulik–Atambua.