Komisi V DPRD NTT Dorong Percepatan Pembangunan Radioterapi, Smart Hospital Rp700 Miliar Siap Dibangun 2027

20250903625620668703881246587

Kupang, SonafNTT-News.com. Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong percepatan peningkatan layanan kesehatan di RSUP Prof. W.Z. Yohanes Kupang. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen rumah sakit pada Rabu (8/7/2026), sejumlah agenda strategis menjadi sorotan, mulai dari pembangunan fasilitas radioterapi, kesiapan operasional CT Scan, hingga rencana pembangunan Smart Hospital senilai Rp700 miliar yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak, mengatakan pembahasan dalam RDP difokuskan pada tiga program prioritas yang dinilai akan menentukan kualitas pelayanan kesehatan di NTT pada masa mendatang.

Salah satu perhatian utama adalah pembangunan fasilitas radioterapi yang telah dialokasikan dalam anggaran tahun 2026. Namun hingga kini proyek tersebut belum dapat berjalan karena proses penetapan kontraktor masih terkendala belum adanya penyedia yang memenuhi persyaratan. Selain itu, Komisi V juga memperoleh penjelasan mengenai kesiapan alat CT Scan terbaru yang telah dimiliki RSUP Prof. W.Z. Yohanes. Menurut pihak rumah sakit, peralatan tersebut telah siap dioperasikan sehingga diharapkan mampu mempercepat pelayanan diagnostik bagi masyarakat.

Agenda yang paling menyita perhatian adalah rencana pembangunan Smart Hospital dengan nilai investasi mencapai Rp700 miliar. Proyek tersebut direncanakan menggunakan skema pembiayaan melalui kerja sama dengan Pemerintah Belanda, yang terdiri atas sekitar 30 persen hibah dan 70 persen pinjaman lunak.

Dalam RDP, Komisi V DPRD NTT turut mempertanyakan kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman apabila proyek tersebut direalisasikan.

“Kami menanyakan kesanggupan rumah sakit untuk membayar bunga pinjaman. Berdasarkan penjelasan direktur, kemampuan itu telah dihitung melalui penilaian eksternal dan diyakini dapat dipenuhi dari pendapatan rumah sakit,” ujar Agustinus Nahak usai rapat.

Menurutnya, pembangunan Smart Hospital dirancang sebagai gedung lima lantai dan masih akan dikaji lebih lanjut oleh Gubernur NTT bersama tim sebelum memasuki tahap pelaksanaan pada 2027.

Sementara itu, Direktur RSUP Prof. W.Z. Yohanes Kupang, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B., M.K.M., mengungkapkan hingga akhir Juni 2026 pendapatan rumah sakit baru mencapai sekitar Rp75 miliar atau sekitar 27 persen dari target tahunan sebesar Rp260 miliar.

Meski demikian, pihaknya optimis target tersebut masih dapat dikejar melalui berbagai langkah strategis, terutama karena sebagian besar pendapatan rumah sakit bersumber dari pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Kami harus memastikan pendapatan dan pengeluaran berjalan seimbang agar tidak meninggalkan utang di akhir tahun. Karena itu pengendalian keuangan dan manajemen menjadi faktor yang sangat penting,” jelas Stefanus.

Ia menambahkan, konsep Smart Hospital bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi juga membangun sistem pelayanan kesehatan modern yang mengedepankan keselamatan pasien, keamanan lingkungan rumah sakit, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan medis.

Menurutnya, tuntutan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks sehingga pembaruan infrastruktur menjadi kebutuhan prioritas bagi masyarakat

Pihak rumah sakit juga berharap dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra internasional, agar proyek strategis tersebut dapat terealisasi sesuai rencana.

“ Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, pembangunan Smart Hospital akan dilakukan pada lokasi RSUP Prof. W.Z. Yohanes yang ada saat ini karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di NTT.”Pungkasnya