TTS, SonafNTT-News.com. Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Pulau Timor. Proyek Preservasi Jalan Nasional ruas Soe–Kefamenanu–SP Amol di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu, 4 Juli 2026, capaian fisik pekerjaan telah menyentuh 65,9 persen, melampaui target rencana yang ditetapkan sebesar 65,6 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa proyek strategis nasional dengan nilai kontrak sekitar Rp140 miliar berjalan sesuai bahkan sedikit lebih cepat dari jadwal. Progres ini sekaligus memberikan optimisme bahwa penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1, Heriyanto Junedy Hotty, ST, mengatakan seluruh pekerjaan di lapangan masih berlangsung sesuai rencana. Selain pemeliharaan badan jalan, penanganan sejumlah titik longsoran juga menjadi fokus utama mengingat ruas Soe–Kefamenanu merupakan jalur vital yang kerap terdampak pergerakan tanah saat musim hujan.
“Saat ini sedang dilakukan pemasangan geotekstil dan timbunan biasa pada STA 123+050 sebagai bagian dari penanganan long segment, perbaikan badan jalan, sekaligus penguatan stabilitas lereng,” jelas Heriyanto, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, penggunaan geotekstil merupakan teknologi yang berfungsi memisahkan tanah dasar yang lunak dengan material timbunan sehingga konstruksi menjadi lebih stabil. Material ini juga mampu memperkuat daya dukung tanah, mengurangi risiko penurunan badan jalan, serta membantu mencegah terjadinya longsor pada titik-titik rawan.
Di sisi lain, timbunan biasa digunakan untuk membentuk elevasi jalan, bahu jalan, dan lereng sesuai desain teknis. Setelah dipadatkan sesuai standar, lapisan tersebut menjadi pondasi penting yang menopang konstruksi perkerasan jalan agar tetap kuat dan tahan lama.
Preservasi jalan nasional tidak hanya berorientasi pada perbaikan kerusakan, tetapi juga menjaga agar kondisi jalan tetap mantap, aman, dan mampu melayani arus lalu lintas sesuai umur rencana infrastruktur. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mencegah kerusakan dini sekaligus menghemat biaya pemeliharaan di masa mendatang.
Ruas Soe–Kefamenanu–SP Amol sendiri merupakan salah satu jalur strategis di Pulau Timor yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), hingga kawasan perbatasan negara. Keandalan ruas ini menjadi faktor penting dalam mendukung distribusi logistik, mobilitas masyarakat, pelayanan publik, serta aktivitas perdagangan antar wilayah.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, biaya transportasi diharapkan dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih efisien, dan arus distribusi barang semakin lancar. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Penanganan titik-titik longsoran juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga konektivitas wilayah. Melalui penguatan lereng dan perlindungan badan jalan, risiko amblesan maupun putusnya akses transportasi saat cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
Heriyanto optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal melalui koordinasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Kami optimistis proyek preservasi Jalan Nasional Soe–Kefamenanu–SP Amol dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jalan yang semakin mantap bukan hanya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas, memperlancar arus logistik, dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Timor,” pungkasnya.
Progres yang telah melampaui target menjadi sinyal positif bahwa pembangunan infrastruktur di NTT terus bergerak maju. Ketika ruas jalan strategis ini selesai sepenuhnya, masyarakat tidak hanya menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya konektivitas dan terbukanya peluang investasi di Pulau Timor.












