Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan jaringan jalan nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan hasil positif. Hingga awal Juli 2026, progres pelaksanaan lima paket pekerjaan preservasi jalan yang ditangani Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi NTT telah mencapai rata-rata 40 persen dan seluruhnya berjalan sesuai dengan rencana pelaksanaan.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTT, Azhari, ST, MT, saat ditemui wartawan pada Jumat (3/7/2026), mengatakan bahwa pekerjaan preservasi jalan pada Tahun Anggaran 2026 tersebar di sejumlah wilayah strategis, meliputi Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, dan wilayah Sumba.
“Untuk PJN Wilayah I, paket pekerjaan preservasi jalan secara umum telah mencapai progres sekitar 40 persen dan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana,” ujar Azhari.
Menurutnya, preservasi jalan merupakan salah satu program penting dalam pengelolaan infrastruktur jalan nasional. Tujuannya bukan hanya memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan, tetapi juga mencegah kerusakan dini melalui pemeliharaan yang terencana sehingga kondisi jalan tetap mantap selama masa layan yang telah ditetapkan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan jalan nasional tetap aman, nyaman, dan memenuhi standar pelayanan bagi masyarakat. Penanganan sejak dini juga dinilai lebih efisien karena dapat mengurangi risiko kerusakan yang lebih berat, sekaligus menekan biaya rehabilitasi di masa mendatang.
Azhari menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Seluruh penyedia jasa diminta melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
“Kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian seluruh pihak. Anggaran yang diberikan Pemerintah Pusat harus menghasilkan infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Azhari menekankan bahwa Pekerjaan preservasi jalan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antar wilayah di NTT. Jalan yang terpelihara dengan baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa, mempercepat mobilitas masyarakat, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat aktivitas ekonomi daerah.
Di wilayah kepulauan seperti NTT, keberadaan jalan nasional yang mantap juga menjadi penopang utama akses menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, kawasan pertanian, hingga pelabuhan dan sentra ekonomi. Karena itu, keberhasilan program preservasi tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“ progres yang telah mencapai 40 persen, Satker PJN Wilayah I optimistis seluruh paket pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Pengawasan terhadap mutu pekerjaan akan terus diperketat agar setiap tahapan pembangunan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan” pungkasnya












