Preservasi Jalan Nasional Kefamenanu–Motain Dipercepat, Dukung Logistik, Food Estate, dan Kawasan Perbatasan

IMG-20260705-WA0000

TTU,SonafNTT-News.com. Dalam rangka Memperkuat konektivitas wilayah perbatasan di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus dipacu. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2, Ryanto, ST, mempercepat pelaksanaan pekerjaan Preservasi Jalan Nasional ruas Batas Kota Kefamenanu–Halilulik–Atambua–Motain sebagai bagian dari komitmen menjaga kemantapan infrastruktur strategis nasional.

 

 

Proyek dengan nilai kontrak Rp23.501.682.000 tersebut hingga 4 Juli 2026 dilaporkan berjalan lancar. Sejumlah item pekerjaan bahkan mencatat realisasi yang melampaui target rencana, menunjukkan progres positif di lapangan.

 

 

Kepada wartawan pada Sabtu (4/7/2026), Ryanto menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi mencakup berbagai ruang lingkup, mulai dari pemeliharaan rutin jalan, preservasi koridor logistik, rehabilitasi minor pada ruas yang mendukung daerah tertinggal dan kawasan perbatasan, peningkatan fasilitas keselamatan jalan, hingga rehabilitasi jembatan.

 

 

Berdasarkan data progres pekerjaan, pemeliharaan rutin mencatat realisasi 66,244 persen dari target 31,846 persen, sedangkan pekerjaan holding telah mencapai 95 persen dari target 67,416 persen. Pada preservasi koridor logistik, realisasi mencapai 74,335 persen, melampaui target 70,002 persen.

 

 

Kemajuan juga terlihat pada rehabilitasi minor yang mendukung daerah tertinggal dan kawasan perbatasan dengan realisasi 24,556 persen dari target 18,503 persen. Sementara itu, pekerjaan preservasi jalan yang mendukung kawasan sentra pangan (food estate) menunjukkan peningkatan signifikan dengan realisasi 34,823 persen, jauh di atas target 14,635 persen.

 

 

Untuk preservasi jalan akses menuju simpul transportasi, progres pekerjaan mencapai 17,293 persen dari target 15,459 persen. Adapun rehabilitasi jembatan terealisasi 66,164 persen, melampaui target 58,195 persen. Secara keseluruhan, progres gabungan pekerjaan hingga 4 Juli 2026 telah mencapai 59,276 persen.

 

 

Ryanto menegaskan bahwa penanganan ruas Jalan Nasional Batas Kota Kefamenanu–Halilulik–Atambua–Motain memiliki peran strategis dalam menjamin kelancaran distribusi barang dan jasa antar wilayah, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, hingga kawasan perbatasan RI–Timor Leste.

 

 

“Preservasi jalan ini bertujuan memastikan distribusi logistik berjalan lancar, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, serta menjaga kemantapan ruas jalan nasional agar tetap berfungsi optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

 

 

Selain memperkuat konektivitas wilayah perbatasan, proyek ini juga diharapkan menjadi penopang utama pengembangan kawasan sentra pangan di NTT, memperlancar akses menuju simpul transportasi, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui infrastruktur jalan yang lebih andal.

 

 

Ia menegaskan bahwa dengan percepatan pekerjaan yang terus dilakukan di lapangan, BPJN NTT optimistis ruas strategis Kefamenanu –Halilulik–Atambua–Motain akan semakin mantap sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kawasan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.