Jembatan Namlasi Terdampak Longsor, BPJN NTT Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Darurat dan Jamin Konektivitas Warga Tetap Terjaga

IMG20250623173518

Kupang, SonafNTT-News.com. Upaya Akses masyarakat di wilayah Noelelo, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mendapat perhatian serius setelah Jembatan Namlasi mengalami kerusakan akibat material longsoran dari kawasan gunung yang berdampak pada struktur jembatan.

 

Menindaklanjuti laporan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II langsung melakukan langkah cepat berupa monitoring berkala dan penanganan sementara pada jumat 10/7/2026 kuntuk memastikan jembatan tetap dapat mendukung aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan.

 

Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi NTT, Fahrudin, ST, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi Jembatan Namlasi untuk mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Langkah selanjutnya kami melakukan monitoring berkala untuk mengetahui kondisi Jembatan Namlasi di Noelelo, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara,” ujar Fahrudin kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemantauan, BPJN NTT telah melaksanakan penanganan sementara terhadap jembatan tersebut. Jembatan Namlasi memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar 1,5 meter dan menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas warga di wilayah tersebut.

Menurut Fahrudin, penanganan darurat ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan akses transportasi masyarakat tetap berjalan sambil menunggu langkah perbaikan permanen.

“Tujuan utama penanganan sementara akibat longsoran gunung adalah memulihkan konektivitas, memastikan kelancaran distribusi logistik, serta mencegah wilayah terdampak menjadi terisolasi,” jelasnya.

Kerusakan infrastruktur akibat bencana alam menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah NTT yang memiliki kondisi geografis dengan banyak kawasan perbukitan dan pegunungan. Karena itu, kecepatan respons menjadi faktor penting agar aktivitas sosial ekonomi masyarakat tidak terganggu.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan infrastruktur. Selain menghentikan potensi meluasnya kerusakan, langkah darurat tersebut juga bertujuan menjaga agar warga di daerah terpencil maupun kawasan perbatasan tetap memiliki akses menuju pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi.

 

Ia menambahkan dengan adanya monitoring berkelanjutan dan penanganan sementara, pemerintah memastikan konektivitas masyarakat di sekitar Jembatan Namlasi tetap terjaga. Selanjutnya, evaluasi teknis akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan lanjutan secara permanen.