Kupang SonafNTT-News.com. Pembangunan Jembatan Gantung Usu di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan bangunan bawah telah mencapai sekitar 35 persen, menandai komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jembatan gantung yang berlokasi di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, ini dibangun untuk menghubungkan Pulau Rote dengan Pulau Usu. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi warga setempat.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Azhari, ST, MT, menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi berjalan sesuai target.
“Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 35 persen. Pengadaan material dilakukan dari Surabaya, sementara proses pengangkutan dari pelabuhan menuju Pulau Rote menggunakan kapal dan perahu. Hingga saat ini distribusi material berjalan lancar, didukung kondisi cuaca yang normal,” ujar Azhari kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Proyek strategis tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran mencapai Rp 14 miliar. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap, yakni pembangunan bangunan bawah dan bangunan atas.
Untuk tahap yang sedang dikerjakan saat ini, pembangunan bangunan bawah memiliki nilai kontrak sekitar Rp8 miliar. Jembatan yang memiliki panjang 100 meter dan lebar 1,5 meter itu dibangun oleh BPJN NTT sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, Jembatan Gantung Usu diproyeksikan membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Selama ini, akses menuju berbagai layanan dasar masih bergantung pada transportasi laut yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat akan lebih mudah menjangkau fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan akses yang lebih aman dan cepat, sementara pasien yang membutuhkan penanganan medis tidak lagi menghadapi hambatan transportasi seperti sebelumnya.
Di sektor ekonomi, pembangunan jembatan juga diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal menuju pasar. Efisiensi waktu tempuh dan biaya transportasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pembangunan Jembatan Gantung Usu menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat konektivitas di wilayah kepulauan, khususnya di daerah terluar Indonesia. Masyarakat pun berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh warga, terutama dalam mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao.












