Bupati TTU: Pendaratan Perdana Kefa Air Menjadi Tonggak Kemajuan Daerah Perbatasan

517472066

Kefamenanu,SonafNTT-News.com.Komitmen Langit Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mencatat sejarah baru pada Rabu (15/7/2026). Untuk pertama kalinya, pesawat Kefa Air resmi mendarat di Bandar Udara Jack Ukat, Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu. Momen bersejarah tersebut disambut antusias ribuan warga yang memadati kawasan sekitar bandara sejak pagi.
Pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan EX berkapasitas 12 penumpang itu lepas landas dari Bandara El Tari, Kupang, pada pukul 10.17 Wita dan tiba di Bandara Jack Ukat sekitar pukul 11.45 Wita.

Begitu roda pesawat menyentuh landasan, sorak-sorai masyarakat langsung menggema. Ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi tampak mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam mereka. Suasana semakin semarak dengan penampilan drum band dan tarian daerah yang dibawakan para pelajar di Kota Kefamenanu sebagai bentuk penyambutan.

Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyebut pendaratan perdana Kefa Air bukan sekadar dimulainya layanan penerbangan komersial, tetapi menjadi tonggak penting bagi kemajuan wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

“Peristiwa hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang telah mengoptimalkan tugas dan perannya masing-masing sehingga pesawat akhirnya bisa mendarat di Bandara Jack Ukat. Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat serta semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan bagi Kabupaten Timor Tengah Utara,” ujar Yosep.

Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus berlanjut sehingga pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Yosep, beroperasinya Bandara Jack Ukat akan membuka akses transportasi udara yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat TTU. Kehadiran layanan penerbangan diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga, memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.

Selain itu, akses udara dinilai akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan sektor pariwisata, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga kemudahan penanganan keadaan darurat. Bandara ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi peluang investasi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Falen menegaskan bahwa Pendaratan perdana ini menjadi penanda dimulainya babak baru konektivitas transportasi udara di Kabupaten Timor Tengah Utara. Pemerintah daerah berharap keberadaan layanan penerbangan tersebut mampu mempercepat pembangunan, mengurangi keterisolasian wilayah, serta meningkatkan daya saing TTU sebagai daerah perbatasan yang strategis di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, antusiasme masyarakat menjadi gambaran besarnya harapan terhadap hadirnya transportasi udara di Kabupaten TTU. Sejak pagi, ribuan warga memadati sisi luar bandara hanya untuk menyaksikan secara langsung pendaratan perdana pesawat Kefa Air. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali melihat pesawat mendarat dari jarak dekat.

Usai menyelesaikan penerbangan perdana, pesawat Kefa Air dijadwalkan kembali lepas landas dari Bandara Jack Ukat menuju Bandara El Tari, Kupang, pada pukul 14.00 Wita.