Kefamenanu,SonafNTT-News.com.Komitmen Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam memperkuat konektivitas wilayah perbatasan kembali menunjukkan hasil positif. Pekerjaan Penggantian Jembatan Lelone di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), tidak hanya berjalan sesuai ketentuan konstruksi, tetapi juga berhasil mencatat progres fisik yang melampaui target.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Dirmala, SST, kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026), menjelaskan bahwa pembangunan Penggantian Jembatan Lelone pada Tahun Anggaran 2026 memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp5.264.586 dan dilaksanakan dengan mengedepankan standar mutu, keselamatan kerja, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Hingga 25 Juli 2026, progres pekerjaan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari target fisik sebesar 48,99 persen, realisasi telah mencapai 64,11 persen. Sementara itu, realisasi penyerapan keuangan tercatat sebesar Rp2.247.440 atau 54,09 persen. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan proyek berjalan efektif sekaligus mencerminkan komitmen pelaksana dalam menjaga kualitas pekerjaan.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada proses penulangan balok dan lantai jembatan. Tahapan ini merupakan salah satu bagian paling penting dalam konstruksi karena menentukan kekuatan dan ketahanan struktur jembatan dalam jangka panjang.
Menurut Dirmala, penggunaan tulangan baja bertujuan meningkatkan kemampuan struktur dalam menahan gaya tarik, sekaligus melengkapi karakteristik beton bertulang yang memiliki kekuatan tinggi terhadap gaya tekan.
“Upaya ini dilakukan untuk menjamin keamanan struktur jembatan dalam memikul beban kendaraan maupun menghadapi gaya gempa dengan memanfaatkan sifat baja yang kuat menahan gaya tarik, sehingga mampu melengkapi kelemahan beton yang hanya kuat terhadap gaya tekan,” jelasnya.
Selain pembangunan Jembatan Lelone, Satker PJN Wilayah II NTT melalui PPK 2.4 juga terus mempercepat paket preservasi ruas Jalan Nasional Oepoli–Saenam–Napan dan Simpang Amol–Manamas–Wini yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp14.269.432.
Proyek preservasi tersebut juga memperlihatkan kinerja yang melampaui rencana. Hingga 25 Juli 2026, target fisik sebesar 65,38 persen berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai 76,64 persen. Sementara realisasi keuangan telah mencapai Rp8.548.040 atau 59,90 persen.
(Nampak sedang pekerja sedang Melakukan Perbaikan di Salah Satu Ruas jalan Oepoli-Wini).
Menurut Dirmala, preservasi jalan nasional memiliki peran strategis, selain menjaga kondisi jalan agar tetap mantap dan aman dilalui, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste. Infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang dan jasa, serta menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan di wilayah perbatasan.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan dua paket pekerjaan tersebut berkat kerja sama seluruh tim tim lapangan dan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur selain mengejar target penyelesaian sesuai ketentuan, melainkan memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan kualitas terbaik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.













