Ruteng, SonafNTT-News.com. Komitmen pemerintah meningkatkan konektivitas dan kualitas infrastruktur di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terus diwujudkan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 33 miliar pada Tahun Anggaran 2026 untuk penanganan preservasi Jalan Nasional di ruas Ruteng–Reo Kedindi dan Ruteng KM 210 dengan panjang Jalan 54 KM.
Proyek strategis tersebut dikelola oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3, Nur Indah Indriani, ST, MM, M.Si.
Hingga akhir Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 85 persen, menandakan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian bahu jalan, timbunan, serta pelapisan aspal sebagai tahapan akhir sebelum proyek rampung.
“Kemajuan pekerjaan hingga saat ini berjalan dengan baik. Progres fisik sudah mencapai 85 persen, dan saat ini kami sedang menyelesaikan pekerjaan bahu jalan, timbunan, serta pengaspalan,” kata Nur Indah Indriani kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Menurut Nur Indah, keberhasilan pelaksanaan proyek tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh komunikasi dan koordinasi yang solid di antara seluruh pihak yang terlibat. Sinergi antara konsultan pengawas, konsultan perencana, penyedia jasa, serta seluruh unsur pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar konstruksi yang telah ditetapkan.
“Komunikasi dan koordinasi menjadi salah satu indikator kunci dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, kami tetap mengutamakan kualitas agar hasil pekerjaan memenuhi ketentuan konstruksi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menilai setiap pihak yang menjalankan tugas secara profesional akan memberikan dampak langsung terhadap mutu pembangunan. Infrastruktur jalan yang berkualitas bukan hanya menghadirkan kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan anggaran yang diberikan pemerintah pusat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama sehingga jalan yang dibangun memiliki umur layanan yang baik dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Selain penanganan badan jalan, proyek preservasi ini juga mencakup rehabilitasi dua jembatan. Rehabilitasi Jembatan Wae Rongket telah rampung 100 persen, sedangkan rehabilitasi Jembatan Wae Pesi telah mencapai progres sekitar 60 persen hingga 30 Juli 2026.
Secara keseluruhan, ruang lingkup pekerjaan meliputi pemeliharaan rutin sesuai kondisi jalan, rehabilitasi mayor dan minor, rehabilitasi jembatan, penanganan longsoran, perbaikan bahu jalan, penutupan lubang, hingga pekerjaan overlay pada sejumlah segmen yang membutuhkan peningkatan kualitas perkerasan.
Ia menegaskan proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kemantapan Jalan Nasional di wilayah Manggarai sekaligus memperlancar konektivitas antara Ruteng dan Reo. Akses transportasi yang semakin baik diyakini akan mempercepat distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.












