Jembatan Lelone Capai 85 Persen, Jalur Strategis Oepoli–Saenam–Napan–Wini Segera Makin Mantap

IMG-20260901-WA0009

TTU, SonafNTT-News.com. Kabar Gembira datang dari pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pembangunan Penggantian Jembatan Lelone yang berada di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, kini menunjukkan perkembangan signifikan dengan progres pekerjaan mencapai 85 persen.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proyek strategis yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026 itu terus dikebut menuju tahap penyelesaian. Jembatan Lelone dinilai memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat sekaligus memperkuat akses pada jalur strategis Oepoli–Saenam–Napan hingga Wini.

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Dirmala, SST, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (1/9/2026), menegaskan bahwa percepatan pekerjaan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi.

“Progres pembangunan Penggantian Jembatan Lelone sudah mencapai 85 persen dan kami terus melakukan langkah-langkah strategis percepatan pekerjaan dan mengutamakan kualitas konstruksi,” ujarnya.

Menurut Dirmala, kecepatan penyelesaian proyek tidak boleh mengorbankan mutu. Kualitas konstruksi menjadi perhatian utama agar anggaran negara yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Lelone memiliki arti strategis karena menjadi bagian penting dari konektivitas antar wilayah di kawasan perbatasan TTU. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas warga, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain aspek konektivitas, jalur tersebut juga memiliki nilai strategis dari sisi keamanan dan mobilitas kawasan perbatasan negara. Kelancaran akses akan mendukung pergerakan masyarakat maupun pelayanan pemerintahan sehingga tidak mudah terganggu oleh kondisi infrastruktur yang kurang memadai.

Dari sisi ekonomi, membaiknya konektivitas jalan dan jembatan juga berpotensi memangkas waktu tempuh serta biaya operasional kendaraan. Kondisi tersebut dapat memberikan efek berantai terhadap distribusi berbagai komoditas masyarakat, termasuk hasil pertanian, peternakan dan perdagangan lokal menuju pusat-pusat pasar.

Dengan kata lain, semakin mantapnya infrastruktur bukan hanya soal perjalanan yang lebih cepat dan nyaman, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan pedesaan.

Jalan Oepoli–Wini Juga Capai 83 Persen

Tak hanya Jembatan Lelone, pekerjaan preservasi ruas Jalan Oepili–Saenam, Napan dan SP Amol–Manamas–Wini juga menunjukkan progres yang cukup signifikan.

 

Hingga saat ini, progres pekerjaan preservasi jalan tersebut telah mencapai sekitar 83 persen. Capaian ini memperlihatkan bahwa peningkatan konektivitas di kawasan strategis TTU terus bergerak secara simultan, baik dari sisi jembatan maupun jaringan jalan.

 

IMG-20260901-WA0010

(Ruas Jalan Nasional  Amol-Wini)

“Untuk progres sudah cukup signifikan dan semua pekerjaan di lapangan berjalan dengan baik. Kami memastikan kemantapan jalan jadi prioritas utama sehingga menjamin warga beraktivitas sesuai kebutuhan dan bersinergi bagi kemajuan daerah,” kata Dirmala.