Gubernur Melki Percepat Perbaikan Total RSUD Aeramo, Nakes Dapat Atensi Khusus

IMG-20260909-WA0039

Flores, SonafNTT-News.com. Gubernur Melki Laka Lena meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (9/9/2026), untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sekaligus mempercepat penanganan fasilitas rumah sakit yang terdampak gempa.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki didampingi Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Direktur RSUD Aeramo, dr. Chandrawati, meninjau operasionalisasi rumah sakit lapangan yang digelar di halaman RSUD Aeramo serta menyapa langsung para pasien dan tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan di tengah kondisi pascabencana.

Gubernur menegaskan, kondisi gedung RSUD Aeramo membutuhkan penanganan serius dan perbaikan total harus dipercepat. Menurutnya, kondisi bangunan rumah sakit tersebut sudah menjadi perhatian Menteri Kesehatan.

“Gedung ini memang harus diganti. Ini sudah dalam perhatian Menteri Kesehatan. Kita tunggu semua data masuk,” ujar Gubernur.

Pasca-gempa, sejumlah pelayanan RSUD Aeramo dilakukan di luar gedung menggunakan tenda dan fasilitas sementara. Kondisi tersebut membuat para tenaga kesehatan harus bekerja dalam situasi yang tidak mudah.

“Malam dingin, siang panas. Tetapi tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan. Walaupun mereka sendiri terdampak, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Melki.

Kondisi tersebut, menurut Gubernur, menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab para tenaga kesehatan dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan di tengah situasi darurat.

Dari sisi pelayanan, RSUD Aeramo tetap beroperasi dan melayani masyarakat. Tercatat sekitar 109 kunjungan rawat jalan, sementara pasien rawat inap mencapai 38 orang.

Pelayanan medis juga tetap berjalan, termasuk tindakan operasi. Dengan dua ruang operasi yang tersedia, hampir 80 tindakan operasi telah dilakukan.

Bahkan, pelayanan operasi tetap dilakukan pada saat gempa terjadi. Hal ini menjadi perhatian dan apresiasi khusus dari Gubernur kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Aeramo.

“Pada saat gempa pun tetap melakukan operasi. Ini luar biasa. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena juga meninjau langsung ruang operasi dan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kondisi ke depan, terutama memasuki musim hujan.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera mengambil langkah untuk memperbaiki bagian-bagian fasilitas yang masih dapat digunakan serta memastikan kesiapan rumah sakit menghadapi curah hujan.

“Kita berburu waktu dengan musim hujan. Karena itu, persiapan harus dilakukan sekarang,” tegasnya.

Selain perbaikan sementara, Gubernur memastikan pemerintah akan mendorong penanganan dan perbaikan total RSUD Aeramo agar fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dapat kembali berfungsi secara optimal.

Ia meminta seluruh data kerusakan segera dihimpun dan dilengkapi sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Yang sementara kita tangani agar pelayanan tetap berjalan. Tetapi perbaikan total harus dipercepat. Kita tidak boleh menunggu terlalu lama,” kata Gubernur.

Di tengah kondisi pascagempa, pelayanan rawat inap juga tetap berlangsung selama 24 jam. Terdapat tiga ruang rawat inap dengan penilaian hijau yang masih dapat digunakan untuk pelayanan. Termasuk di dalamnya terdapat lima bayi yang sedang mendapatkan perawatan.

Gubernur menyempatkan diri menyapa para pasien dan memastikan mereka tetap mendapatkan pelayanan yang baik selama masa pemulihan pascagempa.

Menurut Gubernur, keberlangsungan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari penanganan bencana. Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan kerusakan fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan pasien, tenaga kesehatan, serta operasional rumah sakit tetap terpenuhi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena secara khusus meminta Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo beserta jajaran untuk memberikan perhatian serius kepada para tenaga kesehatan yang turut terdampak gempa bumi. Menurutnya, para tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan dan penanganan bagi masyarakat terdampak bencana tetap berjalan, meskipun sebagian dari mereka juga mengalami dampak langsung akibat gempa.

Gubernur Melki meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap tenaga kesehatan yang rumah maupun tempat tinggalnya mengalami kerusakan, sehingga dapat memperoleh penanganan dan bantuan yang dibutuhkan.

“Pak Bupati, para nakes kita ini sekalipun mereka juga terdampak, ada yang rumahnya juga rusak berat dan berbagai kerusakan yang lainnya tapi mereka masih berdiri di garda terdepan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam situasi yang tidak mudah ini. Saya minta agar ini diberi atensi khusus untuk para nakes. Harus didata betul rumah-rumah mereka yang rusak dan harus dibantu,” tegas Melki.

Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan seluruh layanan dasar, terutama pelayanan kesehatan, tetap berjalan serta kebutuhan penanganan fasilitas yang terdampak gempa dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi dan rekomendasi teknis.