Kupang, SonafNTT-News.com — Potensi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berbicara tentang keindahan alam dan budaya. Sektor pertanian dan hortikultura kini juga mulai dilirik sebagai kekuatan baru untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi masyarakat, Rabu 9/9/2026.
Hal tersebut terlihat saat Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni berkesempatan mengunjungi Agrowisata Kebun Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pengelolaan kebun hortikultura sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif destinasi wisata di daerah.
Yang menarik, kebun tersebut mengusung konsep “Panen, Petik Sendiri”. Gagasan ini memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena mereka tidak hanya datang untuk melihat tanaman, tetapi juga dapat mengenal proses pertanian secara langsung hingga menikmati hasil panen dari kebun.
Menurutnya, gagasan agrowisata yang dikembangkan menawarkan pengalaman wisata yang lebih interaktif. Pengunjung dapat belajar pentingnya merawat tanaman ditanam, dirawat, hingga menghasilkan produk hortikultura yang siap dipanen.
Tidak berhenti pada kegiatan melihat-lihat, pengunjung juga dapat bertanya dan berdiskusi langsung dengan pengelola mengenai teknik budidaya tanaman. Dengan demikian, kebun ini berpotensi menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat, keluarga, pelajar maupun wisatawan.
Ia menyebut gagasan tersebut sekaligus memperkenalkan bahwa kegiatan pertanian dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan dengan spirit “Datang, belajar, petik, dan nikmati hasilnya langsung dari kebun”
Potensi Wisata Pertanian NTT
Dalam kesempatan tersebut, ketua DPRD NTT menyampaikan bahwa Pengembangan agrowisata ke depan menjadi peluang untuk mempertemukan sektor pariwisata dengan pertanian lokal. Jika dikelola secara kreatif dan berkelanjutan, kebun hortikultura tidak hanya menjadi tempat produksi tanaman, tetapi juga dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus edukasi.
Kehadiran agrowisata juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pertanian NTT kepada masyarakat secara lebih dekat. Pengunjung bisa melihat secara langsung proses yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui pasar atau produk yang sudah siap dikonsumsi.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bisa memberikan edukasi bagi generasi muda dan dapat menjadi cara menarik untuk mengenalkan dunia pertanian dan menumbuhkan apresiasi terhadap para petani serta proses panjang dibalik setiap hasil pangan.












