Jakarta, SonafNTT-News.com. PT Jasa Raharja (Persero) terus memperkuat transformasi digital dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dalam pengembangan integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan platform layanan santunan Jasa Raharja. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pelayanan dan penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan akurat.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara Jasa Raharja dan RS Hermina sebagai langkah awal penguatan kolaborasi dalam pengembangan dan persiapan pelaksanaan pilot integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan platform layanan santunan Jasa Raharja. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, bersama Yulisar Khiat, Direktur Utama PT Medika Loka Manajemen, di Ballroom Jasa Raharja, Jakarta, Jumat (15/10/2026).
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin terintegrasi, akurat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
“Melalui Proyek Nexus, kami ingin memperkuat konektivitas proses pelayanan antara Jasa Raharja dan rumah sakit, sehingga korban kecelakaan beserta keluarganya dapat memperoleh pengalaman pelayanan yang lebih mudah dan fokus pada proses pemulihan,” ujar Awaluddin.
Awaluddin menegaskan, kecepatan dan ketepatan penanganan korban menjadi aspek penting dalam upaya menekan fatalitas akibat kecelakaan. Menurutnya, keselamatan korban sangat bergantung pada upaya dan koordinasi seluruh pihak dalam memberikan penanganan yang optimal, terutama pada periode awal setelah kecelakaan.
“Fatalitas sangat bergantung pada upaya kita bersama dalam menangani korban. Karena itu, keselamatan korban harus menjadi prioritas utama. Kolaborasi antara Jasa Raharja dan rumah sakit menjadi penting untuk mendukung penanganan












