daerah

Anggaran 9,8 Miliar Digelontorkan, Paket Longsor Enas–Motamasin Segera Dimulai dan Prioritaskan Kualitas

Kupang, SonafNTT-News.com. Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat, penanganan longsor di ruas Enas–Motamasin akhirnya memasuki babak baru. Pemerintah melalui Balai Jalan Nasional NTT resmi menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,8 miliar untuk paket pekerjaan longsoran tahun 2026 yang kini telah resmi berkontrak dan siap memasuki tahap pelaksanaan.

Direktur CV Claudia, Yohanes Nahak Klau, kepada wartawan pada Kamis (5/2/2026) menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Jika sesuai jadwal, pekerjaan fisik akan mulai dilaksanakan pada 9 Februari 2026, dengan kalender kerja selama 270 hari.

“Longsoran ini sebenarnya sudah lama terjadi, namun baru bisa ditangani sekarang. Kami pastikan seluruh dukungan sarana dan kesiapan teknis sudah lengkap,” tegas Yohanes.

Pekerjaan penanganan longsor ini akan difokuskan pada dua titik rawan yang berada di Laktutus, Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet Duabesi Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kedua titik tersebut selama ini menjadi hambatan serius bagi mobilitas warga, terutama saat musim hujan, bahkan kerap memutus akses antarwilayah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut pengurus perusahaan Stefen beserta tim pelaksana, yang menandai keseriusan perusahaan dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan spesifikasi teknis

Yohanes menekankan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar target waktu. Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan akan dilaksanakan sesuai isi kontrak agar hasilnya benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami akan bekerja maksimal dan profesional. Tujuan utamanya jelas, yakni mempermudah akses masyarakat dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di wilayah ini,” pungkasnya.

Ia menegaskan dengan dimulainya proyek ini, ia menaruh harapan besar agar persoalan longsor yang selama ini menghantui aktivitas ekonomi dan sosial dapat segera teratasi. Proyek Enas–Motamasin pun diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas mampu menghadirkan rasa aman dan membuka konektivitas wilayah perbatasan.

About The Author