Anggaran Rp 66,48 Miliar Digelontorkan, Penggantian Jembatan Oesapa Mulai Dikebut

20260703_134942-768x970-1

Kupang, SonafNTT-News.com — Penggantian Jembatan Oesapa Besar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahapan pekerjaan di lapangan. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp66,48 miliar untuk mendukung proyek penggantian jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara multiyears melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi NTT.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satker PJN Wilayah I, Zakarias Hugo, ST, MT,kepada wartawan, Rabu (22/9/2026), menjelaskan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan penggantian Jembatan Oesapa mencapai Rp66,48 miliar.

Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan dibagi dalam beberapa tahapan. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp25 miliar, yang difokuskan antara lain pada pembangunan jembatan darurat atau detour serta pengadaan girder pratekan.

“Kementerian sudah alokasikan anggaran Rp 66,48 miliar. Pekerjaan penggantian jembatan tersebut dibuat dalam bentuk multi years. Tahun 2026 dialokasikan Rp25 miliar dengan item pekerjaan pembuatan jembatan darurat dan pengadaan girder pratekan,” jelas Zakarias.

Detour Jadi Langkah Awal

Salah satu pekerjaan yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan jembatan detour. Jembatan sementara tersebut dipersiapkan sebagai akses pendukung selama proses penggantian Jembatan Oesapa berlangsung.

Menariknya, konstruksi detour tersebut memanfaatkan rangka eks Jembatan Lembur. Kehadiran jembatan sementara ini menjadi bagian penting sebelum jembatan Oesapa lama nantinya dibongkar.

Dalam pembangunannya, struktur detour akan dilengkapi dengan bangunan abutmen. Pada sisi kiri dan kanan juga dilakukan penguatan menggunakan bronjong untuk membantu menjaga kestabilan konstruksi.

Dengan demikian, tahapan pekerjaan tidak langsung diarahkan pada pembongkaran jembatan lama. Infrastruktur pengganti sementara terlebih dahulu disiapkan agar akses pendukung tersedia ketika tahapan pembongkaran dan pembangunan jembatan baru memasuki fase berikutnya.

Jembatan 100 Meter, Dua Bentangan

Ia lanjut menyampaikan bahwa, Jembatan Oesapa yang akan diganti memiliki panjang sekitar 100 meter, dengan dua bentangan yang masing-masing memiliki panjang sekitar 50 meter.

“Setelah jembatan di jembatan sementara atau detour selesai dan dapat digunakan, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembongkaran rangka Jembatan Oesapa lama. Bersamaan dengan itu, material konstruksi untuk pembangunan jembatan pengganti terus dipersiapkan.” Ujarnya

Langkah tersebut menjadi bagian dari skema pekerjaan bertahap yang dirancang agar proses penggantian jembatan dapat berjalan sesuai perencanaan konstruksi.

Antisipasi Kondisi Cuaca

Di tengah pelaksanaan pekerjaan, aspek keselamatan dan kondisi lapangan juga menjadi perhatian. Tim pelaksana disebut telah melakukan proteksi di sekitar area jembatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi curah hujan tinggi

.
Upaya tersebut diperlukan mengingat kondisi cuaca dapat mempengaruhi pekerjaan konstruksi, khususnya pada bagian pekerjaan yang berkaitan dengan struktur sementara dan kondisi lingkungan sekitar jembatan.

Sambunya, hingga saat ini, kegiatan di lapangan disebut masih berjalan sesuai dengan perencanaan konstruksi yang telah ditetapkan.

Tahap Berikutnya pada 2027

Pekerjaan penggantian Jembatan Oesapa tidak berhenti pada tahap tahun 2026. Pada 2027, proyek memasuki tahap kedua dengan alokasi anggaran sekitar Rp41 miliar.

Tahapan tersebut mencakup pembongkaran jembatan lama serta sejumlah item pekerjaan lainnya sesuai dengan perencanaan konstruksi dan mengutamakan kualitas pekerjaan.

 

Ia menambahkan bahwa penyedia jasa PT.Selosari yang dipimpin oleh Muhammad Rifai.

 

 

Exit mobile version