Antisipasi Rawan Pangan, Pemprov NTT Siapkan 250 Ton Beras Bagi Kabupaten Yang Membutuhkan

Kupang,sonafntt-news.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus konsisten dan bergerak mensukseskan program-program strategis dibawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josep A.Naisoi dengan tujuan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat ke arah yang lebih baik dan salah satunya menyiapkan bantuan beras sebesar 250 ton bagi Kabupaten atau daerah di wilayah NTT yang mana kala mengalami rawan pangan di tahun 2020.

Kami sebagai dinas pelaksana siap mengamankan kebijakan Bapak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dengan mengacu ketentuan yang berlaku terutama berkaitan dengan kepentingan publik bahkan jika diperlukan untuk memberikan bantuan sosial kepada kabupaten atau daerah tertentu manakala terjadi rawan pangan


Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli,STP saat ditemui oleh awak media di ruang kerjanya, Selasa 10 November 2020.

Lecky Frederich Koli, mengungkapkan bahwa menyikapi perubahan iklim tahun ini yang mengalami perubahan cukup besar dan khususnya panas yang berkepanjangan kami sebagai penanggung jawab dinas teknis tentu siap membangun kerja sama dengan seluruh pihak terutama 22 Kabupaten se NTT untuk menyiapkan langkah-langkah yang tepat dan efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat guna memperkuat ketahanan pangan dan lebih khusus memberikan perhatian bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi. Selain itu, beras cadangan pemerintah Pemerintah provinsi NTT sejauh ini masih mampu menjawab kebutuhan masyarakat selama tiga 33 hari jika terjadinya kekeringan dan rawan pangan.

Langkah lain yang akan dilakukan jika tahun ini terjadinya rawan pangan yakni setiap kabupaten yang di seluruh NTT akan diberikan bantuan beras sebesar 100 ton guna memenuhi dan mengatasi persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu Koli mengakui bahwa, saat ini air tanah diseluruh wilayah berkurang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan panas yang berkepanjangan bahkan saat ini banyak daerah mengalami kekeringan atau susah air namun kita beruntung karena diawal musim kemarau debit air masih cukup sehingga masyarakat masih bisa menanam baik tanaman pangan, padi, jagung, sayuran, tanaman hortikultura bahkan masih bisa memanen. Hal ini memberikan bagi keuntungan masyarakat dan kami mengambil keputusan yang tepat saat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat perintahkan untuk menanam di saat musim kemarau namun realisasinya belum maksimal dan hasil diperoleh hanya jagung dan kacang –kacangan, sayur mayur, buah-buahan seperti semangka, buah melon, tomat, cabe, dan bawang merah, tuturnya


Ia tegaskan langkah ini sangat bagus untuk memperkuat ketahanan ekonomi di musim panas yang berpanjangan dan tentu memberikan catatan bagi kita agar tahun depan dipersiapkan dengan baik dan khususnya memanfaatkan sisa air tanah untuk pemenuhan kebutuhan sehar-hari dan menanam tanaman yang produktif dalam jumlah yang besar (MF\SN) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *