daerah

Bank NTT Resmi Jadi Perseroda, Charlie Paulus: Pembiayaan Kini Fokus untuk Bangun Ekonomi Daerah

Kupang, SonafNTT-News.com. Babak baru dunia perbankan daerah resmi dimulai. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur kini bertransformasi menjadi Perseroan Daerah (Perseroda), sebuah langkah strategis yang digadang-gadang akan mengubah arah pembiayaan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa perubahan status hukum sebagai bentuk komitmen nyata untuk menjadikan bank daerah sebagai motor penggerak pembangunan lokal. Dengan status Perseroda, fokus pembiayaan kini dipastikan akan lebih terkonsentrasi pada kebutuhan dan potensi ekonomi di wilayah NTT.

“Ini adalah momentum penting. Pembiayaan akan kita arahkan sepenuhnya untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya kepada wartawan usai Rapat Pandangan Akhir Fraksi di Gedung DPRD Provinsi NTT, Kamis (9/4/2026).

Ia lebih lanjut menguraikan, Transformasi ini dinilai sebagai langkah berani di tengah tantangan ekonomi daerah yang masih membutuhkan dukungan kuat dari sektor keuangan. Dengan status baru, Bank NTT memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel dalam pengelolaan bisnis, termasuk memperluas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif seperti UMKM, pertanian, pariwisata, hingga infrastruktur lokal.

“Perubahan status hukum Bank NTT menjadi Perseroda, maka segala pembiayaan dan pembangunan akan fokus pada daerah,” tegasnya.

Charlie memaparkan perbedaan mendasar antara status Perseroda dengan Perseroan Terbatas (PT) biasa. Jika PT biasa memiliki fleksibilitas untuk membiayai proyek di luar wilayah seperti Papua atau Kalimantan, Perseroda memiliki mandat yang lebih spesifik untuk membangun NTT.

“Tentunya fokusnya untuk membangun daerah, sedangkan untuk sistem operasional Bank tidak ada persoalan. Sedangkan saham Bank NTT saat ini 51 persen, akan dimiliki oleh Pemerintah daerah sehingga fokus Bank NTT menjadi Perseroda adalah mendukung pembangunan ekonomi masyarakat NTT,” ujar Charlie Paulus.

Sementara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa perubahan ini adalah kunci penting untuk membenahi sistem ekonomi daerah yang selama ini dinilai belum optimal.

Menurutnya, status Perseroda akan “mendorong ” Bank NTT untuk berbenah—menjadi lebih adaptif, transparan, dan profesional dalam menjalankan perannya sebagai lembaga keuangan daerah. Hal ini dinilai penting agar bank tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga benar-benar hadir sebagai solusi bagi kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Kita mendorong agar transformasi Bank NTT ke depan lebih baik guna memperkuat pembangunan daerah, serta meningkatkan ekonomi lokal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Gubermur Melki juga mengaku masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kinerja keuangan serta dapat memberi kontribusi PAD bagi Nusa Tenggara Timur.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *