Belu, SonafNTT-News.com. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur terus mempercepat penanganan longsoran pada ruas jalan strategis Henes–Motamasin di Kecamatan Nanaet Dua Besi Kabupaten Belu, hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai 48 persen dan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Direktur CV Claudia, Yohanes Nahak Klau, menjelaskan bahwa proyek penanganan longsoran tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.801.501.000 dengan masa pelaksanaan mulai 5 Februari 2026 hingga 5 November 2026.
“Progres pekerjaan hingga saat ini telah mencapai 48 persen dan berjalan normal sesuai rencana serta jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Yohanes kepada wartawan Kamis (24/6/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini meliputi pemasangan geotekstil sebagai bagian dari penguatan struktur tanah di area longsoran. Selain itu, tim pelaksana juga terus memantau kondisi cuaca mengingat intensitas hujan yang masih terjadi di lokasi pekerjaan.
“Untuk minggu ini kami fokus pada penanganan item geotekstil dan melakukan berbagai persiapan untuk pengecoran pile cap beton mutu 30 MPa. Kami juga terus memperhatikan kondisi cuaca agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Menurut Yohanes, proyek ini selain bertujuan memperbaiki kerusakan akibat longsor, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan akses transportasi di wilayah perbatasan Indonesia. Keberadaan ruas jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan sosial pada kelancaran akses transportasi.
Ia menambahkan bahwa Ruas jalan Henes–Motamasin merupakan salah satu jalur vital di kawasan perbatasan yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian warga. Karena itu, percepatan penanganan longsor menjadi prioritas agar konektivitas wilayah tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman
