daerah

BPJN NTT Terima Alokasi Anggaran 591, 2 M Fokus Tangani Empat Agenda Prioritas

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Tahun 2025 menerima anggaran 591, 2 Miliar yang fokus menannganani empat agenda Prioritas di antaranya preservasi dan pelebaran jalan, pemeliharaan jembatan, penanganan longsoran, dan kegiatan Infraktur teknis lainnya sementara kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan masih berproses.

“ Hingga saat ini yang baru buka blokir 591, 2 Miliar dan Anggaran ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp1,2 triliun”
Demikian keterangan Kepala BPJN NTT Agustinus Junianto, ST, MT, saat mengelar coffe morning bersama awak media, rabu 18/6/2025.

Agustinus meneramgkan bahwa BPJN NTT hingga saat ini mengelola jalan nasional sepanjang 2.153 kilometer yang tersebar pada 22 Kabupaten/Kota sedangkan agenda pemnangunsn Infrastruktur 2025 menerima alokasi anggaran sebesar Rp 591,2 miliar difokuskan pada empat kegiatan prioritas dengan target di pemantapan jalan.

“Paket pekerjaan yang telah berkontrak terdiri dari 20 paket fisik dan 10 paket non-fisik, dengan total nilai kontrak mencapai lebih dari Rp300 miliar. Semua proses pengadaan dilaksanakan menggunakan sistem e-katalog, sesuai Perpres Nomor 16,” ungkapnya

Sementara progres pekerjaan fisik sampai 16 Juni 2025 mencapai 28,4 % dan realisaso keuangan 23,87 %. Namun, adanya kendala yang dihadapi di lapangan terutama berkaitan dengan cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi.

Ia lanjut menerangkan, Longsor di wilayah Timor 15 Titik, ende 5 titik, sumba 2 titik dan longsor baru 8 titik dananya sementara di usulkan melalui

Jalur Transs Flores : 43 KM terdampak di lewotobi, jalab alternatif 43 km, anggaran blm.d seetujui, sementara di lakukan pmbersihan, prinsipnya kami melakukan penangansn untuk menjamin keselamatan penggulan jalan,

Longsor di wilyag Timor 15 Titik, ende 5 titik, sumba 2 titik dan longsor baru 8 titik dananya telah di usulkan untuk ditangani melalui dana Inpres Jalan Daerah (IJD)

“ Untuk IJD nomenklaturnya sudah berubah menjadi Inpres Infrastur daerah dan semoga pembasan hari ini di Kementerian PUPR guna memperkuat pembangunan Infrastruktur dengan memgacu terhadap ketentuan yang berlaku” ungkapnya

Ia menambahkan pasca erupsi lewotobiJalur Transs Flores yang terdampak 43 KM dan sudah dbuka akses jalan alternatif.Selain itu,
saat ini sedang di lakukan pembersihan dengan satu harapan menjamin keselamatan pengguna jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJN NTT berharap Pembangunan Jembatan Oesapa bisa di kerjakan tahun ini  mengingat jembatannya sudah lama dab sebagai solusi  untuk menekan kemacetan di ruas Jalan Timor Raya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *