BPJN NTT Terus Kebut Pembangunan Penggantian Jembatan Lelone Demi Keselamatan dan Ekonomi Warga TTU
TTU, SonafNTT-News.com. Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur terus mempercepat penggantian Jembatan Lelone di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi jawaban atas aspirasi terhadap keselamatan sekaligus harapan baru bagi kelancaran ekonomi di wilayah perbatasan tersebut.
Saat ini, pekerjaan tengah difokuskan pada pembangunan jalan darurat sebagai jalur alternatif bagi masyarakat. Langkah ini menjadi krusial agar aktivitas warga tetap berjalan di tengah proses konstruksi. Sesuai target, pembongkaran jembatan lama dijadwalkan mulai Jumat, 17 April 2026, untuk kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jembatan baru sesuai standar konstruksi yang telah ditetapkan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN NTT, Dirmala, S.ST, saat di konfirmasi wartawan pada Kamis 16 April menerangkan bahwa penggantian jembatan sepanjang 10 meter ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan mobilitas dan keselamatan pengguna jalan. Risiko kerusakan hingga potensi kecelakaan menjadi pertimbangan utama dilakukannya pembangunan Penggantian jembatan lenone.
“Pembangunan jembatan baru akan mengedepankan kualitas, baik dari sisi kekuatan struktur maupun kenyamanan pengguna jalan,” jelasnya.
Lebih dari itu, kehadiran jembatan baru diharapkan meningkatkan kapasitas beban kendaraan, sehingga distribusi barang dan jasa menjadi lebih lancar. Selama ini, keterbatasan jembatan lama kerap menjadi hambatan, bahkan memicu antrean dan memperpanjang waktu tempuh masyarakat.
Tak hanya soal mobilitas, proyek ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Jembatan Lelone merupakan salah satu urat nadi penghubung antarwilayah di TTU. Dengan infrastruktur yang lebih layak, kw depan aktivitas perdagangan diyakini akan semakin menggeliat, membuka peluang usaha, serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat setempat.
Ia menambahkan, akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga akan semakin mudah dijangkau. Warga yang sebelumnya harus menghadapi risiko saat melintasi jembatan lama, ke depan akan mendapatkan akses yang lebih aman dan nyaman.
