BPJS Cabang Kupang Siap Laksanakan Perpres No.64 Tahun 2020 Tentang Bantuan Peserta JKN Kelas III

Kupang,sonafntt-news.com.Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Kupang siap melaksanakan amanah Peraturan Presiden RI Nomor 40 tahun 2020 mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Perubahan Perpres No 75 ke Perpres 64 Tahun 2020 sangat cepat dan mengalami perubahan hingga 100 % dan hal ini sebagai bentuk nyata menjawab aspirasi masyarakat untuk memberikan bantuan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah(PBPU)/mandiri dan Bukan Pekerja kelas III

Hal ini disampaikan oleh Kepada Bidang SDM BPJS Cabang Kupang Mario Trio Purwanto Kore,saat ditemui oleh awak media di ruang kerjanya,Kamis 25/6/2020.

Mario Purwanto Kore menerangkan bahwa besaran iuran JKN-KIS peserta PBPU dan BP/Mandiri untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2020, mengikuti Perpres Nomor 75 Tahun 2019, yaitu Rp 160.000 untuk kelas I,
Rp 110.000 untuk kelas II, Rp 42.000 untuk kelas III. Sementara untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020, besaran iurannya mengikuti Perpres Nomor 82 Tahun 2018, yaitu Rp 80.000 untuk kelas I, Rp 51.000 untuk kelas II, dan Rp 25.500 untuk kelas III.

Sementara Per 1 Juli 2020 harus memberlakukan iuran yang baru untuk kelas I dan II.sedangkan kelas III tidak mengalami perubahan karena berasal dari subsidi pemerintah.Untuk diketahui pula jumlah kepesertaan BPJS didominasi oleh penerima bantuan iuran.

Substansi dari Perpres 64 Tahun 2020 negara hadir dan salah satu bukti segmen kelas III tidak mengalami perubahan bahkan adanya relaksasi dengan memberikan kemudahan bagi anggota BPJS jika memiliki tunggakan hanya menyelesaikan pembayaran iuran selama 6 bulan dengan sendirinya kepesertaanya aktif kembali,ungkapnya.

Untuk iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas I, Rp 100.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III,”

Lanjut Mario pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas III. Tahun 2020, iuran peserta PBPU dan BP kelas III tetap dibayarkan sejumlah Rp 25.500. Sisanya sebesar Rp 16.500, diberikan bantuan iuran oleh pemerintah.“Kemudian, pada tahun 2021 dan tahun berikutnya, peserta PBPU dan BP kelas III membayar iuran Rp 35.000, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000,” tambahnya.

Hal ini juga sebagai upaya mendukung tanggap Covid-19, pada tahun 2020 peserta JKNKIS yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaannya kembali dengan hanya melunasi tunggakan iuran selama paling banyak 6 bulan.

“Sisa tunggakan, apabila masih ada, akan diberi kelonggaran pelunasan sampai dengan tahun 2021, agar status kepesertaannya tetap aktif. Untuk tahun 2021 dan tahun selanjutnya, pengaktifan kepesertaan harus melunasi seluruh tunggakan sekaligus,ungkapnya.

Ia menegaskan dalam menjalankan tugas dan peran di lingkup BPJS kami selalu patuh terhadap protap kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai wujud mendukung percepatan penanganan Covid- 19 sehingga kedepan aktivitas benar -benar kembali normal (MF).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *