Bupati Eduard Lioe Resmi Teken MoU dengan IPB, Petani TTS Jadi Prioritas

1793792804739

Bogor, SonafNTT-News.com – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai memperkuat langkah strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi pertanian terkemuka di Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Langkah tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, S.IP., SH., MH., dalam kegiatan IPB Stakeholder Forum 2026 sekaligus resmi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Institut Pertanian Bogor dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rabu (4/11/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Eduard Markus Lioe hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bagian Pemerintahan, Direktur Utama PDAM, serta Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten TTS.

 

 

Forum strategis ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting tingkat nasional, di antaranya Wakil Menteri Kemenko, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Rektor IPB, Direktur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, jajaran pimpinan IPB, Wali Kota Bogor, Bupati Kolaka, Bupati Halmahera Selatan, Bupati Lampung Timur, serta para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

 

 

Kolaborasi untuk Masa Depan Petani TTS

Berdasarkan informasi yang dihimpun Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten TTS dalam membuka ruang kolaborasi dengan dunia akademik, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan pertanian di daerah.

 

 

Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan bahwa kerja sama dengan IPB diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi harus diPrioritaskan diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para petani.

 

 

“Melalui nota kesepahaman ini, kami berharap terjalin kolaborasi nyata bersama IPB untuk pengembangan sektor pertanian di Kabupaten TTS, mulai dari riset, inovasi, peningkatan kapasitas petani hingga penguatan rantai pasok hasil pertanian,” tegas Bupati Eduard Markus Lioe.

 

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa kemitraan strategis tersebut akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

 

IPB dan Pemkab TTS, Peluang Baru Mendorong Pertanian Berbasis Inovasi

 

 

Bupati Eduard lanjut menyampaikan bahwa Kerja sama dengan IPB membuka peluang bagi Pemerintah Kabupaten TTS untuk memperkuat pembangunan pertanian melalui dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta inovasi yang dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan daerah.

 

 

Selain itu,  Pengembangan kapasitas sumber daya manusia petani, penerapan teknologi pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan sistem pemasaran dan rantai pasok menjadi sejumlah aspek penting yang diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi ini.

 

 

Ia juga menyampaikan  Kabupaten TTS yang memiliki potensi sumber daya pertanian cukup besar, dukungan keilmuan dan inovasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong sektor pertanian agar semakin produktif, adaptif, dan memiliki daya saing.

 

 

“ Tugas kita bersama meningkatkan hasil produksi, tetapi juga harus memastikan petani memperoleh pengetahuan, teknologi, akses pasar, serta nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil usaha pertanian mereka” ujarnya

 

Harapan Baru bagi Petani di Tanah Timor

 

Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan bahwa langkah membangun kemitraan dengan IPB menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pembangunan daerah melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

 

“Saya berharap agar kesepakatan ini segera ditindaklanjuti dengan program konkret yang menyentuh kebutuhan petani di lapangan, mulai dari pendampingan, pelatihan, riset komoditas unggulan hingga pengembangan pemasaran hasil pertanian.” tuturnya

 

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini ke ke depan kiranya mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani.