daerah

Bupati Yosef Lede Resmi Buka Rakor PAD, Optimalkan Potensi Desa hingga Kecamatan

Kupang, SonafNTT-News.com. Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan keseriusannya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah melalui Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kupang, Selasa (13/01/2026) pagi, di Aula Kantor Bupati Kupang.

Rakor ini menjadi momentum strategis bagi Pemkab Kupang untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD, Camat, Lurah, hingga Kepala Desa se-Kabupaten Kupang. Sinergi lintas sektor dinilai sebagai kunci utama dalam menggali dan mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa PAD merupakan tulang punggung pembangunan daerah. Ketergantungan pada dana transfer pusat harus secara bertahap dikurangi dengan memperkuat sumber-sumber pendapatan lokal yang sah dan berkelanjutan.

“Desa dan kelurahan adalah garda terdepan. Jika potensi di tingkat bawah bergerak, maka daerah akan kuat,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam Rakor tersebut, target PAD Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp100,6 miliar, yang dikelola oleh 10 OPD pengampu PAD. Target ini dinilai menantang, namun realistis apabila seluruh unsur pemerintahan bergerak bersama dan memiliki komitmen yang sama.

Salah satu inovasi yang terus didorong pemerintah daerah adalah Program Kampung Taat Pajak (KTP). Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.

Melalui Rakor ini, Pemkab Kupang berharap tidak hanya sekadar mengejar angka target, tetapi juga membangun sistem pengelolaan PAD yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Dengan keterlibatan aktif Camat, Lurah, dan Kepala Desa, pemerintah optimistis realisasi PAD 2026 tidak hanya tercapai, tetapi mampu melampaui target

Lebih lanjut, Bupati Yosef Lede, menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah tentu memiliki konsekuensi dan tidak selalu menyenangkan semua pihak. Namun demikian, kebijakan harus tetap dijalankan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta aspek kemanusiaan.

Ia juga mengajak seluruh Camat, Lurah, dan Kepala Desa untuk berperan aktif dalam optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi daerah sebagai bentuk kontribusi bersama dalam menjaga keberlanjutan keuangan daerah.

Rakor ini, lanjut Bupati, menjadi ruang diskusi strategis untuk melahirkan solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

“Kita punya tanggung jawab bersama. Kita harus berpikir bersama, bekerja bersama, dan memutuskan bersama. Potensi daerah ini besar, dan saya berharap Bapak/Ibu semua dapat menjadi bagian dari solusi,” Jelasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *