Dari Lapas Kupang untuk Dunia Kerja: Karya Warga Binaan Bikin Kadisnakertrans NTT Takjub
Kupang, Sonaf NTT- News.com. Siapa sangka, di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang, tersembunyi potensi luar biasa yang siap meledak ke dunia kerja. Dalam momen penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keterampilan Meubelair, para warga binaan sukses memukau Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTT, Sylvia R. Peku Djawang, SP., MM.
Program pelatihan yang berlangsung selama delapan hari ini bukan hanya ajang belajar membuat meja atau perabot sederhana—ini adalah pintu keluar dari masa lalu menuju masa depan yang lebih cerah. Lewat kerja sama apik antara Lapas Kupang, Disnakertrans Provinsi NTT, dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, para warga binaan tidak hanya mendapatkan teori, tapi juga praktik nyata hingga menghasilkan karya yang layak jual.
Saat mengunjungi hasil karya peserta, Sylvia tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan harunya.
“Saya sangat senang dan terharu. Teman-teman warga binaan ternyata memiliki potensi luar biasa. Meja yang dibuat ini rapi, kuat, dan bernilai ekonomi. Ini bukti bahwa pembinaan di Lapas benar-benar berdampak,” ujar Sylvia penuh semangat, di aula lapas kupang, senin 4/8/2025
Ia berharap keterampilan tersebut bisa menjadi modal hidup baru, bukan sekadar mengisi waktu di balik jeruji. Bahkan dengan nada emosional, Sylvia memberi pesan penuh makna:
“Gunakan ilmu ini untuk hidup lebih baik. Bekerjalah, hasilkan sesuatu, dan bawa kebaikan untuk keluarga. Tapi yang paling penting, jangan pernah kembali lagi ke tempat ini.”
Pernyataan itu disambut tepuk tangan hangat dari para warga binaan dan tamu undangan. Suasana menjadi emosional—bukan karena kesedihan, tapi karena harapan baru yang terasa begitu nyata.
Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Antonius H. Jawa Gili, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan berbagai pihak, khususnya Disnakertrans. Ia menyebut bahwa program seperti ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian penting dari transformasi bagi warga binaan pasca menyelesaikan masa tahanan
“Kami ingin narapidana keluar dari sini dengan kemampuan, dan dengan arah hidup baru. Meja-meja yang lihat ini adalah simbol perubahan itu,” tegas Antonius.
Salah satu warga binaan bahkan mengaku awalnya tidak tahu sama sekali cara membuat perabot. Namun, berkat bimbingan instruktur, ia kini bisa membuat meja dari nol. “Ini jadi harapan baru buat saya. Keluar nanti, saya ingin buka usaha kecil-kecilan,” ujarnya
