Kupang, SonafNTT-News.com. Kebahagiaan terpancar dari wajah puluhan warga Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, saat lampu listrik di rumah mereka akhirnya menyala. Momen penuh haru itu terjadi dalam program Light Up The Dream: Listrik untuk Menyalakan Mimpi dari Desa yang digelar PT PLN (Persero) UIW NTT, Rabu (18/6/2026).
Sebanyak 50 warga kurang mampu menerima bantuan pemasangan listrik gratis yang menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan energi berkeadilan hingga ke pelosok desa. Program ini bukan sekadar penyambungan listrik, melainkan membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses energi.
Kegiatan tersebut dihadiri General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, jajaran pejabat dan pegawai PLN, Sekretaris Desa Oelpuah, tokoh masyarakat, penerima bantuan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Nusa Cendana.
Dalam sambutannya, Eko Sulistyono menegaskan bahwa kehadiran PLN tidak hanya berorientasi pada layanan kelistrikan, tetapi juga membawa misi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini kita menyalakan mimpi bagi 50 pelanggan. Program ini akan terus berlanjut. Sepanjang tahun 2026, PLN UIW NTT menargetkan bantuan bagi 3.000 pelanggan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sementara secara keseluruhan pemerintah menargetkan 4.400 pelanggan dari program Bantuan Pasang Baru Listrik, penerima bantuan listrik Selain itu, PLN juga terus meningkatkan layanan elektrifikasi melalui program Tirai Kasih,” ujarnya.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa listrik bukan sekadar energi, melainkan cahaya yang mampu menyalakan mimpi, membuka peluang, dan menghadirkan perubahan bagi masyarakat hingga ke desa-desa terpencil di Nusa Tenggara Timur.
Ia menambahkan di tengah upaya pemerintah memperluas rasio elektrifikasi nasional, langkah PLN NTT ini menjadi contoh nyata bagaimana kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. Dari pelita yang redup menuju cahaya listrik yang terang, 50 keluarga di Oelpuah kini memiliki harapan baru untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Pantauan media hal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pasalnya, bagi sebagian warga, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga simbol perubahan dan harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Salah satu kisah yang menyentuh datang dari Yohana Lael (64). Selama bertahun-tahun ia mengandalkan pelita sebagai sumber penerangan rumahnya. Setiap hari ia harus membeli minyak tanah sekitar satu liter dengan biaya yang cukup membebani kondisi ekonominya sebagai petani.
Kini, berkat bantuan PLN, rumahnya telah terpasang listrik berdaya 900 watt. Saat lampu pertama kali dinyalakan petugas, rasa haru dan syukur tak mampu disembunyikannya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Dulu kami menggunakan pelita per hari membeli 1 liter , sekarang rumah kami sudah terang. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami. Semoga Tuhan memberkati semua kerja dan pelayanan PLN,” tuturnya.
Kisah serupa juga dirasakan warga penerima manfaat lainnya yakni Tabiat Meni warga Desa Oelpuah.
“ Petugas pasang listrik disini tanggal 15 Juni.sebelumnya mengambil aliran listrik dari orangtua dari 2012. Dengan sambungan listrik sendiri, saat ini dapat menjalankan aktivitas rumah tangga dengan lebih nyaman dan aman.
Ia juga menyampaikan aspirasi kepada PLN karena Program Light Up The Dream menjadi bukti bahwa listrik memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial. Kehadiran listrik sangat membantu anak-anak belajar pada malam hari dengan lebih baik, membantu pelaku usaha kecil meningkatkan produktivitas, serta mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
