DAU SG 2026, Pemkab Kupang Fokus Turunkan Stunting dan Kematian Ibu-Bayi
Oelamasi, SonafNTT-News.com. Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan memulai penyusunan langkah-langkah strategis melalui kegiatan Pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) Bidang Kesehatan Tahun 2026.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, mewakili Bupati Kupang Yosef Lede, Senin (8/6), di Ruang Rapat Bupati Kupang, menjadi momentum penting untuk merumuskan berbagai terobosan dalam sektor kesehatan. Tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah daerah, forum ini juga mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Keuangan RI, hingga Bank Dunia.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi daerah, mulai dari tingginya angka stunting, kematian ibu dan bayi, hingga kebutuhan peningkatan layanan kesehatan dasar, Pemkab Kupang menegaskan bahwa pemanfaatan DAU SG 2026 harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pemanfaatan DAU SG harus diarahkan secara presisi untuk meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan, menurunkan angka stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan cakupan imunisasi, serta memperkuat kapasitas dan ketersediaan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Kupang,” tegas Mateldius Sanam.
Menurutnya, Forum pendampingan ini juga menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan rencana aksi yang terukur, realistis, dan mampu menjawab persoalan kesehatan secara langsung. Dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dari Kementerian Kesehatan dan tim dari Bank Dunia, diharapkan strategi yang disusun mampu memperkuat sistem kesehatan daerah secara berkelanjutan.
Mateldius Sanam Dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa visi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Kupang adalah Meningkatkan Kualitas SDM, Pemanfaatan Teknologi, dan Pengembangan Inovasi Daerah, maka sektor Kesehatan menjadi salah satu pilar utama yang harus terus kita perkuat. Ditegaskan, karena hanya dengan masyarakat yang sehat, akan menghasilkan SDM yang unggul dan berdaya saing.
“Saya mengharapkan agar seluruh jajaran Dinas Kesehatan, para Kepala Puskesmas, dan para pemangku kepentingan, dapat memanfaatkan forum ini secara maksimal. Pastikan setiap Rupiah anggaran yang dialokasikan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat Kesehatan masyarakat”, urai Mateldius Sanam.
