Kupang, SonafNTT-News.com. Setelah melewati dinamika internal yang sempat menyita perhatian, keluarga besar KSP Kopdit Swasti Sari dan masyarakat NTT kini dihadapkan pada satu harapan besar: kembali merajut kebersamaan, menjaga ketenangan anggota, dan bersama-sama menatap masa depan.
Bagi sebuah koperasi dengan jumlah anggota yang mencapai kurang lebih 225 ribu orang, persoalan internal bukan sekadar menyangkut struktur organisasi. Di baliknya terdapat kepercayaan, harapan, serta kehidupan ekonomi begitu banyak anggota yang tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah daerah di luar NTT.
Karena itu, berakhirnya dinamika internal menjadi momentum penting untuk mengembalikan suasana yang lebih tenang dan kondusif. Semangat persaudaraan dan kepentingan anggota diharapkan kembali menjadi titik temu seluruh keluarga besar Swasti Sari.
Kuasa hukum KSP Kopdit Swasti Sari, Fransisco Besi, saat memberikan keterangan di Kupang, Jumat (4/9/2026), menegaskan bahwa persoalan dinamika internal terkait kepengurusan pada prinsipnya telah selesai dan diselesaikan melalui mekanisme yang ada.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya berdiri sebagai kuasa hukum kepengurusan yang dianggap sah, dengan Wilhelmus Geri disebut sebagai Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari yang sah.
“Prinsipnya sudah selesai,” kata Fransisco.
Meski belum membeberkan secara rinci bentuk penyelesaian tersebut, Fransisco menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah dokumen yang menjadi dasar argumentasi mengenai kepengurusan Wilhelmus Geri.
Menurut dia, persoalan kepengurusan koperasi harus dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku, terutama Undang-Undang Perkoperasian serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KSP Kopdit Swasti Sari.
Aturan tersebut, kata dia, menjadi pijakan utama dalam menjalankan organisasi koperasi.
“Proses kepengurusan pertama sekali kita mulai dari UU Koperasi, yang adalah roh dan dasar dari semua ini. Kedua adalah AD/ART. Ini penting,” jelasnya.
Fransisco menilai seluruh proses dalam organisasi koperasi harus berjalan sesuai koridor hukum dan ketentuan internal yang telah disepakati. Pihaknya pun menyatakan akan mengambil langkah hukum apabila di kemudian hari ditemukan tindakan yang dinilai berada di luar ketentuan tersebut.
Namun, di tengah dinamika yang telah berlangsung, pesan yang paling penting bagi anggota justru adalah tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang dapat menimbulkan keresahan.
“Anggota tidak perlu khawatir. Tetap tenang karena pengurus, pengawas dan seluruh jajaran Kopdit Swasti Sari yang percayakan kami tim hukum sudah mulai bekerja sejak hari ini. Kita fokus untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Fransisco.
Saatnya Anggota Menjadi Titik Utama
Koperasi pada dasarnya dibangun dari kekuatan anggotanya. Karena itu, ketika dinamika organisasi terjadi, kepentingan terbesar yang perlu dijaga adalah keberlangsungan pelayanan dan kepercayaan anggota.
Ia menyebut, Sekitar 225 ribu anggota bukan sekadar angka. Mereka adalah para pedagang kecil, petani, nelayan, pelaku usaha, pekerja, keluarga, dan masyarakat yang menggantungkan sebagian aktivitas ekonominya pada keberadaan koperasi dan Di sinilah pentingnya menghadirkan kembali suasana persaudaraan.
:Perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi dapat terjadi. Namun, ketika proses penyelesaian telah ditempuh melalui mekanisme yang berlaku, seluruh pihak memiliki ruang yang sama untuk kembali melihat tujuan yang lebih besar: menjaga koperasi agar tetap kuat dan memberikan manfaat bagi anggotanya.” Ujarnya
Momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk mengakhiri berbagai prasangka, meredakan ketegangan, dan mengembalikan energi organisasi kepada hal-hal yang lebih produktif.
Merajut Kembali Kepercayaan
Kekuatan terbesar Swasti Sari bukan hanya berada pada struktur kepengurusan, tetapi pada kepercayaan yang dibangun bersama oleh anggota selama bertahun-tahun.
Kepercayaan tersebut perlu dirawat melalui komunikasi yang terbuka, pelayanan yang baik, kepastian informasi, serta kepatuhan terhadap aturan organisasi.
Karena itu, setelah dinamika internal dinyatakan selesai, tantangan berikutnya adalah bagaimana seluruh jajaran koperasi mampu membuktikan bahwa suasana baru benar-benar membawa ketenangan dan kepastian bagi anggota.
Ia menegaskan bahwa semangat “kembali bersatu, kembali melayani, dan kembali bangkit” menjadi pesan yang relevan untuk seluruh keluarga besar Swasti Sari dan bagi 225 ribu anggota, harapannya sederhana: koperasi tetap hadir sebagai tempat bertumbuh, saling membantu, dan memperkuat kehidupan ekonomi keluarga.












