Sumba Timur, SonafNTT-News.com Pekerjaan preservasi dan peningkatan Ruas Jalan Waikelo-Waitabula-Waikabubak-Batas Sumba Timur Sumba Barat Daya,) Tahun Anggaran 2026 terus dipacu dan hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 91%.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BPJN NTT, Frumensia Sylvia, ST, MT, saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat, 4 September 2026,menjelaskan bahwa percepatan pekerjaan terus dilakukan dengan tetap menempatkan kualitas konstruksi sebagai perhatian utama. Targetnya bukan sekadar mengejar persentase progres, tetapi memastikan hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pengguna jalan.
Frumensia Sylvia menjelaskan bahwa, penanganan Ruas Jalan Waikelo-Waitabula-Waikabubak-Batas Sumba Timur dan Sumba Barat Daya memiliki manfaat strategis dalam mempertahankan kondisi jalan nasional agar tetap mantap dan aman digunakan.
Menurutnya, preservasi jalan dilakukan untuk menjaga kualitas struktural perkerasan sehingga jalan tidak cepat mengalami kerusakan, berlubang maupun penurunan mutu. Salah satu bentuk penanganannya dilakukan melalui pengaspalan secara berkala, termasuk penggunaan lapisan AC-WC sesuai kebutuhan penanganan jalan.
Program Fisik Capai 91 %
Menurut PPK 1.3. Capaian 91 persen menjadi sinyal bahwa pekerjaan telah memasuki fase akhir. “ untuk Progres fisik sudah mencapai 91 % dan nilai kontraknya 6 Miliar dan untuk kualitas konstruksi jadi prioritas bahkan pada tahap penyelesaian, pengawasan terhadap mutu pekerjaan menjadi semakin penting agar infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat dan memiliki keberlanjutan pelayanan bagi masyarakat “ujarnya
Ia lanjut menyampaikan, Preservasi juga diarahkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara. Jalan yang terpelihara dengan baik dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan permukaan jalan. Selain itu, pembersihan bahu jalan dari tanaman liar turut membantu memperluas ruang pandang pengendara sehingga perjalanan menjadi lebih aman.
Konektivitas Sumba Jadi Prioritas
Ruas Jalan Waikelo- Waitabula- Waikabubak-Batas Sumba Timur dan Sumba Barat Daya memiliki arti penting dan prioritas bagi mobilitas masyarakat. Selain itu, Kondisi jalan yang mantap diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan, memperpendek waktu tempuh serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di kedua wilayah.
Tidak hanya mobilitas orang, keberadaan jalan nasional yang terjaga juga menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi logistik dan hasil bumi. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya dan waktu perjalanan diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat bergerak lebih optimal.
Drainase Jadi Perhatian
Frumensia Sylvia menambahkan, pemeliharaan jalan tidak hanya berkaitan dengan lapisan aspal. Sistem drainase juga menjadi bagian penting dalam menjaga kemantapan jalan nasional
Ia lanjut menguraikan bahwa, Pembersihan saluran air secara rutin diperlukan agar aliran air tetap lancar dan genangan dapat dicegah, terutama saat hujan. Air yang tidak tertangani dengan baik dapat mempengaruhi struktur jalan dan mempercepat kerusakan, oleh karena itu, pekerjaan preservasi harus dipandang sebagai satu kesatuan antara kondisi perkerasan, bahu jalan, drainase serta aspek keselamatan pengguna jalan.
Harapan Besar untuk Ekonomi dan Pariwisata Sumba
Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 91 persen, masyarakat tentu berharap penyelesaian proyek ini tidak hanya menghasilkan jalan yang lebih mantap, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Jalan yang baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan hasil pertanian, sekaligus membuka akses yang lebih baik menuju berbagai destinasi wisata di Pulau Sumba.
“Kualitas pekerjaan konstruksi pada Ruas Jalan Waitabula–Batas Kota Waikabubak menjadi prioritas, sehingga kedepan benar-benar memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat,” tegas Frumensia.












