Enam Kabupaten Belum Serahkan RDKK 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pembenahan Data Petani NTT

Screenshot_20260916-170946_Video Player

Kupang, SonafNTT-News.com — Persoalan akurasi dan pembaruan data petani kembali menjadi perhatian dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, masih terdapat enam kabupaten yang disebut belum menyerahkan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 2026 kepada pihak terkait.

Enam kabupaten tersebut yakni Kabupaten Kupang, Flores Timur, Ende, Rote Ndao, Sikka dan Sumba Barat.

Acount Eksekutif  PT.Indonesia Wilayah Nusra, Aditya Firdaus, mengatakan pembenahan data petani menjadi salah satu hal penting untuk memastikan pupuk bersubsidi dapat disalurkan kepada petani yang memenuhi ketentuan dan benar-benar membutuhkan.

“Data yang diberikan oleh PPL tentunya juga akan dikaji oleh Kementerian Pertanian, apakah data lama atau terbaru,” ujar Aditya kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Menurut Aditya, data petani memiliki peran penting karena menjadi salah satu rujukan dalam proses penentuan kuota pupuk bersubsidi. Karena itu, ia meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama pemerintah daerah untuk lebih aktif melakukan pembaruan data di lapangan.

Ia juga mengingatkan agar proses pendataan dilakukan secara profesional sehingga tidak terjadi pendobelan nama penerima.

Pendaftaran Penerima Pupuk Bersubsidi 2027 Segera Dibuka

Di tengah proses pembenahan data tersebut, Pupuk Indonesia Wilayah Nusra juga menyampaikan bahwa petani akan diberikan ruang untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima pupuk bersubsidi untuk alokasi tahun 2027.

Pendaftaran tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 20 September hingga 25 Oktober 2026.
Aditya mengimbau para petani agar segera berkoordinasi dengan penyuluh untuk memastikan data mereka tercatat dan diperbarui.

“Bapak/Ibu petani segera mendaftar melalui penyuluh agar ke depan bisa mendapatkan akses pupuk bersubsidi. Bagi PPL, kami mohon kerja sama yang baik agar meng-update data petani terbaru sehingga menghindari pendobelan penerima,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan PPL sangat penting karena penyuluh merupakan salah satu pihak yang berhubungan langsung dengan petani dan mengetahui kondisi di lapangan.