Flores, SonafNTT-News.com. Gempa Flores kembali mengingatkan bahwa bencana bukan hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga menyisakan duka, ketakutan, dan ketidakpastian bagi masyarakat yang terdampak.
Di tengah situasi tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, menyerukan seluruh kekuatan partai untuk tetap solid dan menempatkan kepentingan kemanusiaan di atas segala perbedaan.
Menurut Yunus, gempa Flores harus menjadi ujian kemanusiaan, bukan ruang untuk memperbesar kegaduhan. Karena itu, tiga pilar partai yang terdiri dari badan, sayap, dan relawan diminta tetap bergerak membantu serta mendampingi warga penyintas.
“Gempa Flores adalah ujian kemanusiaan. Untuk itu, tetap solid memulihkan dampak bencana dan memberi empati kepada warga penyintas,” kata Yunus kepada awak media, pada Kamis 27/8/2026
Bagi Yunus, dalam situasi bencana, rakyat tidak membutuhkan pertentangan yang berkepanjangan. Mereka membutuhkan kehadiran, bantuan, kepedulian, dan rasa aman.
Ada warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. Ada rumah yang mengalami kerusakan. Ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Ada pula trauma yang tidak terlihat, tetapi terus menghantui para penyintas setelah bencana berlalu.
Karena itu, kerja kemanusiaan tidak cukup hanya dengan menyerahkan bantuan. Kehadiran harus diwujudkan melalui kesediaan mendengar keluhan, menggenggam tangan warga yang sedang berduka, membantu memenuhi kebutuhan dasar, dan menjaga agar harapan mereka tetap hidup.
“Jangan terpancing narasi kontraproduktif. Tetap setia bersama mereka yang kini sedang mengalami duka, luka yang belum bisa sembuh,” pesan Yunus.
Soliditas Bukan Sekadar Barisan
Bagi Yunus, soliditas dalam situasi bencana memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga barisan organisasi.
Soliditas berarti tetap bekerja ketika rasa lelah datang. Tetap hadir ketika perhatian publik mulai berkurang. Dan tetap peduli ketika sorotan terhadap bencana tidak lagi menjadi pemberitaan utama.
Inilah tantangan sebenarnya setelah gempa. Ketika getaran tanah berhenti, perjuangan warga justru belum selesai.
Pemulihan rumah, kebutuhan sehari-hari, kondisi psikologis, hingga pemulihan kehidupan sosial masyarakat membutuhkan waktu dan perhatian yang panjang.
Karena itu, Yunus minta seluruh kader, badan, sayap, dan relawan PDI Perjuangan menjaga “disiplin kemanusiaan” dengan terus hadir di tengah masyarakat.
“Kita sedang berhadapan dengan penderitaan rakyat. Maka, jangan biarkan apapun memecah fokus kita untuk kemanusiaan,” tegas Yunus.
Ia menegaskan bahwa urusan kemanusiaan harus menjadi prioritas dimana ketika masyarakat sedang tertimpa musibah, perbedaan semestinya tidak menjadi penghalang untuk bergandengan tangan.
“ warga Flores yang mengalami dampak langsung akibat gempa bumi pada beberapa waktu lalu saat ini sangat membutuhkan solidaritas, Membutuhkan tangan yang terulur, bukan saling menyalahkan. Dan membutuhkan mereka yang bersedia bertahan bersama penyintas hingga proses pemulihan benar-benar berjalan” pungkasnya
