Gubernur NTT Apresiasi Kinerja Kadis PUPR Benyamin Nahak, Kolaborasi Kampus Lahirkan Produk Abon Ikan Tuna

IMG-20260629-WA0020(2)

Kupang, SonafNTT-News.com. Di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, sebuah kolaborasi yang lahir dari lingkungan kampus mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena.

 

Peluncuran produk abon ikan tuna karya mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang di Aula Lantai II Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (29/6/2026), menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa mampu melahirkan inovasi yang bernilai ekonomi.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak, MT, yang dinilai berperan membangun kolaborasi sehingga mahasiswa dapat mengembangkan produk unggulan berbasis potensi daerah.

“Saya juga mengapresiasi kerja sama Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak karena melalui kerja sama yang baik para mahasiswa berhasil menghasilkan produk abon ikan tuna,” ujar Gubernur.

 

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik. Kolaborasi lintas sektor juga memiliki peran penting dalam melahirkan sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.

 

Peluncuran abon ikan tuna merupakan implementasi nyata gagasan One School One Product, yang mendorong setiap satuan pendidikan mengembangkan produk unggulan sesuai dengan potensi daerah. Dalam konteks ini, Universitas Muhammadiyah Kupang menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi pusat inovasi, riset terapan, sekaligus inkubator kewirausahaan bagi mahasiswa.

Gubernur Melki menilai perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Mahasiswa harus menjadi penggerak ekonomi. Kampus harus melahirkan inovator dan pencipta lapangan kerja, bukan hanya menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan,” tegasnya.

Apresiasi Gubernur terhadap Kepala Dinas PUPR Benyamin Nahak juga menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu membangun jejaring kerja sama. Sinergi antara pemerintah, kampus, organisasi mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam mempercepat lahirnya produk-produk unggulan daerah.

Abon ikan tuna dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai provinsi kepulauan dengan sumber daya perikanan yang melimpah, NTT memiliki peluang besar mengembangkan industri pengolahan hasil laut. Melalui inovasi pengolahan menjadi abon, ikan tuna memiliki nilai jual yang lebih tinggi, masa simpan lebih panjang, serta lebih mudah dipasarkan hingga ke luar daerah.

Program ini juga memperlihatkan bagaimana proses pembelajaran di kampus dapat diintegrasikan dengan praktik kewirausahaan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi terlibat langsung dalam produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan jaringan usaha.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai perguruan tinggi melalui program magang dan kemitraan, termasuk Universitas Nusa Cendana, Politani Negeri Kupang, Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Bolok, serta Universitas Muhammadiyah Kupang. Model kolaborasi ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam membangun usaha berbasis potensi lokal.

Gubernur Melki Laka Lena menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT untuk terus mendukung pengembangan produk abon ikan tuna melalui jejaring yang dimiliki, sehingga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

 

Peluncuran produk ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia mencerminkan perubahan cara pandang bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak sarjana, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi, kewirausahaan, dan solusi bagi pembangunan daerah. Apresiasi Gubernur kepada Kepala Dinas PUPR Benyamin Nahak menjadi pengakuan bahwa kolaborasi yang terbangun dengan baik mampu menghasilkan manfaat nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan perekonomian Nusa Tenggara Timur.