Kasimirus Kolo Bantu Kelompok Tenun di Malaka, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Warga

IMG-20260628-WA0015

Malaka, SonafNTT-News.com. Komitmen menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.Si. Dalam agenda reses di Desa Umalawain, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, ia tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menyerahkan bantuan benang kepada kelompok perajin tenun sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha tenun ikat.

 

 

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi para perajin, bantuan benang memiliki arti penting karena menjadi salah satu solusi untuk mengurangi biaya produksi yang selama ini cukup membebani usaha mereka. Dengan ketersediaan bahan baku, para penenun diharapkan dapat terus berkarya, meningkatkan kualitas produk, serta menambah jumlah produksi untuk memperkuat pendapatan keluarga.

 

 

Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan antara Anggota DPR NTT Kasimirus Kolo dan masyarakat. Berbagai persoalan disampaikan secara terbuka, mulai dari kebutuhan peningkatan sektor pertanian dan peternakan, pelayanan kesehatan, akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, hingga pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai masih menjadi prioritas di sejumlah wilayah Kabupaten Malaka.

 

 

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kasimirus Kolo menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dan akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Provinsi NTT.

 

“Reses merupakan kesempatan bagi kami bertemu dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

 

 

Selain mendengar aspirasi, perhatian terhadap kelompok tenun menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil yang selama ini berperan menjaga kelestarian tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur. Industri tenun bukan hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

 

 

Salah seorang perwakilan kelompok tenun menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

 

 

“Terima kasih Bapak Kasimirus Kolo atas kepeduliannya. Bantuan benang ini sangat membantu kami dalam melanjutkan produksi tenun. Kami akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas hasil tenun. Semoga Tuhan Yesus memberkati niat baik Bapak,” tuturnya.

 

 

Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, mengingat sebagian besar perajin tenun di Desa Umalawain merupakan kaum ibu yang menjadikan kegiatan menenun sebagai sumber penghasilan keluarga. Dengan dukungan bahan baku, produktivitas dapat meningkat, sehingga berdampak pada kesejahteraan rumah tangga dan perekonomian desa.

 

 

Menurutnya, tengah tantangan modernisasi, menjaga keberlangsungan tenun ikat bukan hanya soal mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Karena itu, sinergi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan dinilai penting agar para perajin memperoleh akses terhadap bahan baku, pelatihan, pemasaran, serta pendampingan usaha.

 

 

 

Ia menegaskan, kegiatan reses yang dipadukan dengan aksi nyata membantu kelompok tenun dan hal ini menunjukkan upaya untuk menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebutuhan di lapangan. Masyarakat berharap perhatian terhadap sektor ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, dan pembangunan infrastruktur dapat terus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Malaka.