Kupang, SonafNTT-News.com — Pelabuhan Tenau Kupang, Senin (28/9/2026), menjadi saksi sebuah perjalanan penting bagi puluhan anak muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan tas yang telah dikemas rapi, wajah penuh semangat, dan doa dari keluarga yang mengiringi, para calon mahasiswa tersebut bersiap menyebrangi lautan menuju Surabaya. Mereka membawa satu tujuan besar: melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Keberangkatan puluhan calon mahasiswa penerima bantuan pendidikan itu dilepas langsung oleh Yorim Boimau, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi PKB wilayah Timor, Usman Husin.
Suasana haru dan penuh harapan terasa di tengah aktivitas Pelabuhan Tenau. Sebuah spanduk bertuliskan “Selamat dan Sukses Untuk Anak-Anak Calon Mahasiswa Universitas Sunan-Gresik Surabaya” terbentang sebagai simbol dukungan sekaligus doa bagi generasi muda NTT yang akan memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
Bagi para calon mahasiswa, keberangkatan menuju Surabaya bukan sekadar perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Di balik langkah mereka tersimpan harapan untuk memperoleh pendidikan tinggi, memperluas wawasan, serta mengubah keterbatasan menjadi kesempatan.
Kesempatan tersebut juga menjadi pesan bahwa anak-anak dari berbagai kabupaten di NTT memiliki peluang untuk mengenyam pendidikan tinggi dan bersaing di lingkungan akademik yang lebih luas.
Salah seorang perwakilan orang tua murid, Yonatan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
“Kami masyarakat menyampaikan terima kasih banyak atas perjuangan Bapak Usman Husin, sehingga anak-anak kami dapat kuliah dan mendapat bantuan biaya pendidikan.”ujarnya
Sementara keluarga penerima bantuan, kesempatan tersebut memiliki arti besar. Pendidikan tinggi yang selama ini mungkin terasa sulit dijangkau kini menjadi pintu yang terbuka bagi anak-anak mereka.
Menurutnya, Anggota DPR RI Usman Husin memiliki peran besar dalam mengawal akses pendidikan terutama beasiswa bagi anak-anak daerah NTT pun mendapat perhatian dari masyarakat. Dukungan terhadap pendidikan dinilai penting untuk memperluas kesempatan generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari daerah dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Namun, perjalanan puluhan calon mahasiswa tersebut baru memasuki tahap awal. Setelah sampai di Surabaya, mereka akan beradaptasi dengan lingkungan kampus, menyelesaikan pendidikan, dan membangun prestasi selama berada di bangku perguruan tinggi.
Harapan besar juga melekat pada mereka. Kelak setelah menyelesaikan pendidikan, para putra-putri NTT tersebut diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi bagi daerah asalnya.
Dari Pelabuhan Tenau, mereka bukan hanya membawa koper dan perlengkapan kuliah. Mereka membawa doa orang tua, harapan keluarga, serta mimpi untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.
Ia menegaskan bahwa Perjalanan menuju Surabaya itu pun menjadi pengingat bahwa sebuah masa depan sering kali dimulai dari satu langkah sederhana—dan bagi puluhan anak muda NTT ini, langkah tersebut dimulai dari Pelabuhan Tenau.
