Belu, SonafNTT-News.com. Di tengah upaya memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, Wakil Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi NTT, Jane Natalia Suryanto, mengambil langkah konkret dengan mengembangkan budidaya cabai besar di Kabupaten Belu. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan komoditas unggulan daerah, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pengembangan cabai besar yang dilakukan di Kebun Jane Belu menunjukkan hasil yang menjanjikan. Tanaman tumbuh subur dan memiliki prospek ekonomi yang tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat. Kondisi tersebut menjadikan cabai besar sebagai salah satu komoditas strategis yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Menurut Jane Natalia Suryanto, sektor pertanian harus menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan cabai besar tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Cabai besar memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan peluang pasar yang sangat baik. Jika dikelola secara serius, komoditas ini dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, pada Senin 22/6/2026.
Jane Natalia Suryanto menjelaskan bahwa Program ini dinilai strategis karena mampu menyerap tenaga kerja di berbagai tahapan produksi. Mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, perawatan tanaman, panen, hingga distribusi hasil pertanian, seluruh proses membutuhkan keterlibatan masyarakat setempat. Dengan demikian, pengembangan cabai besar tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi banyak keluarga.
Selain fokus pada peningkatan produksi, Jane Natalia Suryanto juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan kelompok tani. Melalui pelatihan hortikultura dan pendampingan teknis yang melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait, para petani didorong untuk meningkatkan kemampuan budidaya dan manajemen usaha pertanian.
Menurutnya, Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan petani yang lebih mandiri, produktif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pemberdayaan kelompok tani juga menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pengembangan cabai besar turut memberikan manfaat bagi masyarakat dari aspek kesehatan. Cabai besar dikenal kaya akan vitamin C dan antioksidan yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan demikian, komoditas ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Program pengembangan cabai besar di Belu mendapat respons positif dari berbagai kalangan karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak pihak berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan komoditas pertanian lainnya di Nusa Tenggara Timur.
Ia menegaskan bahwa melalui semangat membangun ekonomi dari sektor riil, Jane Natalia Suryanto optimistis bahwa cabai besar dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Jika terus dikembangkan secara berkelanjutan, Belu berpotensi menjadi sentra produksi cabai besar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu memasok pasar yang lebih luas.
