Jelang HUT RI ke-81, PUPR NTT Matangkan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya: 41 OPD dan 22 Kabupaten/Kota Siap Adu Kreativitas

IMG-20260811-WA0050

Kupang, SonafNTT-News.com — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin terasa. Menjelang pelaksanaan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya tingkat Provinsi NTT, panitia terus mematangkan berbagai persiapan untuk menghadirkan perayaan yang meriah, kreatif, sekaligus syarat memperkuat persatuan dan pembangunan.

 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT sebagai bagian dari kepanitiaan terus memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana. Rapat persiapan yang digelar di Kantor Dinas PUPR NTT, Selasa (11/8/2026), berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan.

 

Rapat tersebut menjadi momentum untuk mengecek kesiapan setiap seksi, mulai dari tugas teknis, peserta, penampilan, hingga berbagai ketentuan yang harus dipenuhi pada hari pelaksanaan.

 

Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya dijadwalkan berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026, mulai pukul 11.00 WITA, dengan titik awal di depan Kantor Gubernur NTT dan berakhir di Gereja Katedral Kupang.

Yang membuat kegiatan tahun ini semakin menarik, di mana saat rapat berlangsung tim panitia menyampaikan bahwa 41 OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan 22 kabupaten/kota akan ikut ambil bagian. Mereka akan tampil bersama instansi vertikal, TNI/Polri, perguruan tinggi, BUMN/BUMD, SMA/SMK, sanggar seni, komunitas budaya, paguyuban etnis, organisasi masyarakat, hingga unsur lainnya.

Keterlibatan puluhan kontingen tersebut diprediksi menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu panggung budaya terbesar dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di NTT.

Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya tahun ini tidak hanya mengandalkan kemeriahan barisan peserta. Setiap kontingen dituntut menampilkan kreativitas dengan tetap mengedepankan identitas instansi, organisasi, komunitas maupun etnis yang diwakili.

Dalam kesempatan tersebut dibahas, setiap regu peserta terdiri dari 22 orang, termasuk satu pasangan yang mengenakan pakaian adat dan 10 penari inti serta pengikut. Peserta juga diwajibkan membawa papan nama atau identitas kontingen.Selain itu Kendaraan roda empat yang digunakan dalam pawai juga akan dihias dengan konsep yang menampilkan tema pembangunan sekaligus identitas masing-masing peserta.

Tidak berhenti di situ, setiap kontingen wajib menampilkan musik dan tarian tradisional. Peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan display tarian selama tiga menit di podium utama sebelum melanjutkan perjalanan menuju garis finis.

Konsep ini membuat pawai bukan hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya NTT dengan tema “Merajut Keberagaman, Menenun Masa Depan NTT” dengan tagline “NTT BerDAYa”, yang bermakna BERbuDaya, bersAtu, berkarYa.

Tema tersebut membawa pesan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan persatuan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT sekaligus Ketua Seksi Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya, Ir. Benyamin Nahak, MT, menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan momentum untuk memperkuat persatuan, nasionalisme, serta kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia.

Menurutnya, NTT memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari adat istiadat, bahasa daerah, tarian, musik tradisional hingga busana adat.

Karena itu, Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya diharapkan menjadi media untuk mempromosikan pembangunan sekaligus melestarikan budaya dan memperkuat persatuan masyarakat NTT.

22 Kabupaten/Kota Tampilkan Identitas Budaya

Ia menguraikan bahwa salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah keterlibatan etnis dari 22 kabupaten/kota di NTT dimana Para peserta akan menampilkan budaya tradisional sesuai nomor undian yang telah ditetapkan.

Sementara itu, paguyuban diwajibkan menampilkan budaya atau etnis asal daerah masing-masing. Dengan konsep tersebut, masyarakat akan disuguhi berbagai warna budaya dalam satu rangkaian kegiatan.Perbedaan bahasa, pakaian adat, musik dan tarian tidak menjadi sekat. Sebaliknya, seluruh keberagaman tersebut akan dipadukan dalam semangat persatuan sebagai bagian dari Indonesia.

Hadiah Jutaan Rupiah, Adu Kreativitas Makin Sengit

Persaingan antar kontingen diperkirakan semakin menarik karena panitia menyiapkan penghargaan bagi penyaji terbaik.

Juara I akan memperoleh Rp8 juta, Juara II Rp7,5 juta, Juara III Rp7 juta, Juara Harapan I Rp6,5 juta, Juara Harapan II Rp6 juta, dan Juara Harapan III Rp5 juta.

Tim juri akan melakukan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Kreativitas peserta tetap harus memperhatikan unsur budaya, identitas daerah, kesesuaian tema, serta ketentuan yang berlaku.

Selain menjadi panggung kebudayaan, Pawai Pembangunan juga diarahkan untuk menampilkan keberhasilan pembangunan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia lebih lanjut menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi publik yang kreatif. Pemerintah tidak hanya menyampaikan pembangunan melalui laporan dan dokumen, tetapi menghadirkannya dalam bentuk visual yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi ekonomi kreatif, seni budaya, UMKM dan potensi pariwisata NTT.

Kebersamaan Jadi Pesan Utama

Di balik kemeriahan dan adu kreativitas, pesan terbesar dari kegiatan ini adalah kebersamaan.
Pemerintah, TNI/Polri, dunia pendidikan, BUMN/BUMD, komunitas budaya, paguyuban dan masyarakat akan berada dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Semangat tersebut menjadi penting bagi NTT yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, bahasa, adat dan budaya.
Melalui tema “Merajut Keberagaman, Menenun Masa Depan NTT”, Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya diharapkan mampu memperkuat rasa bangga terhadap identitas daerah sekaligus memperkokoh persatuan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terutama di Bumi Flobamora.

Exit mobile version