Kabupaten Kupang Bangkit dari Tekanan Global: Muhammad Suprapto Beberkan Data Ekonomi Terbaru
Kupang, SonafNTT-News.com Kebangkitan ekonomi mulai terasa nyata di Kabupaten Kupang. Di tengah bayang-bayang tekanan global yang sempat melumpuhkan berbagai sektor, data terbaru justru menunjukkan arah yang optimistis. Muhammad Suprapto, Statistisi Ahli Pertama dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang, mengungkapkan bahwa perekonomian daerah dalam lima tahun terakhir mengalami pemulihan yang signifikan.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa (31/3/2026), Statisi Pratama Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang Muhamad Suprapto, S.Tr.Stat, memaparkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kupang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi yang sempat berada di angka 2,75 persen pada tahun 2021 kini melonjak menjadi 4,81 persen pada tahun 2025. Kenaikan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak, bahkan semakin produktif.
Fenomena ini mencerminkan daya tahan (resiliensi) ekonomi lokal dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga gangguan rantai pasok. Aktivitas produksi dan konsumsi yang sempat tertekan kini berangsur pulih, didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat dan geliat usaha di berbagai sektor.
Namun, dibalik pertumbuhan tersebut, terdapat dinamika menarik dalam struktur ekonomi daerah. Data BPS menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Kupang. Pada tahun 2021, sektor ini menyumbang hingga 43,43 persen terhadap total PDRB, menjadikannya kontributor terbesar. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran menyusul dengan kontribusi sebesar 13,51 persen.
Meski demikian, sinyal pergeseran mulai terlihat. Seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, sektor-sektor non-pertanian perlahan menunjukkan peran yang semakin signifikan. Hal ini membuka peluang baru bagi diversifikasi ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada satu sektor utama.
Kondisi ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan fondasi ekonomi yang mulai menguat, Kabupaten Kupang kini berada di jalur yang tepat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Memasuki tahun 2025, Kategori (G) tercatat mengalami lonjakan pertumbuhan yang besar. Angka ini merupakan salah satu peningkatan paling signifikan jika dibandingkan dengan kategori lainnya dalam periode yang sama. Lonjakan ini didorong oleh fenomena ekspansi titik-titik perdagangan baru, membaiknya aksesibilitas transportasi yang memperlancar distribusi barang, serta peningkatan konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah. Pergeseran Kontribusi dalam Struktur Ekonomi secara langsung mengubah potret distribusi ekonomi daerah. Dalam kurun waktu lima tahun, kontribusi Kategori G terhadap ekonomi Kabupaten Kupang secara konsisten merangkak naik dari 13,51 persen pada 2021 menjadi 15,30 persen pada 2025. Sedangkan sektor lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Kategori A) masih mendominasi, tetapi kontributor terhadap PDRB dalam lima tahun terakhir tercatat stabil/konstan.
Kondisi ekonomi pada saat Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Kupang, saat itu tercatat memiliki 25.116 Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 33 Usaha Menengah Besar (UMB) dengan total tenaga kerja yang terserap saat itu mencapai 60.223 orang, dengan mayoritas berada di sektor usaha mikro kecil sebanyak 58.731 orang. Namun, potret sepuluh tahun lalu tentu sudah tidak relevan lagi untuk dijadikan dasar kebijakan saat ini. Salah satu tantangan besar kegiatan SE2026 dibandingkan sensus ekonomi sebelumnya adalah digitalisasi pelaku usaha ekonomi. Saat ini, banyak unit usaha/pedagang tidak lagi memiliki toko fisik (konvensional) melainkan perdagangan secara online di market place dan media sosial. Kegiatan SE2026 dirancang untuk menangkap fenomena ini melalui cakupan yang lebih luas, termasuk ekonomi kreatif, ekonomi lingkungan, hingga ekonomi digital.
SE2026 merupakan sensus ekonomi ke-5 yang dilaksanakan oleh BPS dalam rangka menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Kegiatan ini mampu menyediakan informasi struktur ekonomi, menyediakan informasi karakteristik usaha, dan menyediakan informasi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Data yang akan dikumpulkan meliputi direktori usaha, karakteristik usaha, dan data moneter seperti nilai pengeluaran, produksi, dan total aset perusahaan.
Kegiatan ini memiliki Manfaat yang sangat besar bagi publik diantaranya pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, pengembangan UMKM menjadi lebih terarah, serta membantu investor dalam melihat peluang pasar dan penciptaan lapangan kerja baru.
Berdasarkan data-data diatas, terlihat jelas bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Kupang pada tahun 2026 telah mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan kondisi sepuluh tahun yang lalu. Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi potret nyata dari transformasi ekonomi daerah maupun pusat. Sebagai pesan penutup, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan, melainkan investasi bersama untuk masa depan ekonomi bangsa Indonesia.
Dukungan dan kejujuran masyarakat dalam memberikan data adalah kunci bagi Pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ayo, sukseskan Sensus Ekonomi 20261 Bersama kita wujudkan data akurat untuk pembangunan daerah. yang lebih hebat.
