Kolaborasi Langka di Pulau Terluar: Anggota DPR RI Usman Husin Bersama KLHK dan TNI Bersatu Jaga Kedaulatan dan Ekosistem Pulau Ndana
Rote Ndao, SonafNTT-News.com. Di tengah derasnya agenda nasional yang kerap berpusat di kota besar, sebuah peristiwa penting justru terjadi jauh di beranda selatan Indonesia. Pulau Ndana—pulau kecil yang sunyi namun strategis—menjadi panggung kolaborasi langka antara legislatif, pemerintah pusat, dan aparat keamanan. Momentum ini langsung menyedot perhatian publik karena menyatukan tiga pilar penting negara dalam satu tujuan besar: menjaga kedaulatan sekaligus melestarikan ekosistem.
Kunjungan kerja Anggota DPR RI Usman Husin bersama jajaran KLHK yang dipimpin Setyawan Pudyatmoko pada minggu 26/4/2026 memberikan sinyal kuat bahwa negara mulai melihat pulau terluar bukan sebagai titik pinggiran, melainkan sebagai pusat kepentingan strategis. Ditambah lagi dengan keterlibatan TNI dan aparat keamanan di lapangan, kolaborasi ini terasa lengkap—menggabungkan kekuatan kebijakan, konservasi, dan pertahanan dalam satu gerak langkah.
Usman Husin yang menegaskan bahwa pulau-pulau terluar tidak boleh lagi dipandang sebagai “halaman belakang” Indonesia. Pernyataan ini langsung mengundang perhatian publik karena menyentuh isu krusial: ketimpangan perhatian antara wilayah pusat dan perbatasan yang selama ini kerap terjadi.
Dalam konteks kunjungan strategis di Pulau Ndana, pesan tersebut terasa semakin kuat. Pulau terluar bukan hanya garis batas di peta, tetapi juga benteng kedaulatan sekaligus rumah bagi ekosistem yang rentan. Ketika Usman Husin menekankan perlunya perhatian khusus, publik menangkap ini sebagai dorongan agar negara hadir lebih nyata—tidak hanya lewat regulasi, tetapi juga melalui aksi konkret di lapangan.
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin juga menyampaikan bahwa Kehadiran Dirjen KSDAE Setyawan Pudyatmoko bersama jajarannya mempertegas arah kebijakan baru yang mulai terbentuk.
“ Kunjungan Ini memberikan sinyal kuat bahwa pengelolaan kawasan konservasi di wilayah perbatasan harus diintegrasikan dengan aspek pemberdayaan masyarakat dan pengamanan negara. Dengan kata lain, menjaga alam tidak bisa dilepaskan dari menjaga manusia dan wilayahnya” ujarnya
