Kolaborasi Pro-Rakyat, Bank NTT Salurkan CSR Rp 425 Juta Bangun Rumah Layak Huni di Kota Kupang
Kupang, Sonaf NTT-News.com. PT.Bank. Pembangunan Daerah (Bank NTT) dan Pemerintah Kota Kupamg terus memperkuat kemitraan untuk mewujudkan pemerataaan pembangunan di segala aspek yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat kecil kembali ditunjukkan di Kota Kupang. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank NTT menyalurkan dana sebesar Rp 425 juta untuk membangun Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Kupang bersama Bank NTT, dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tangguh Kelurahan Naikolan. Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kamis (10/7/2025
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank NTT yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam mendukung program-program pro-rakyat Pemerintah Kota Kupang melalui skema CSR.
“ Bank NTT ini selalu responsif dan komunikatif terhadap permintaan – permintaan kami. CSR dari Bank NTT adalah bentuk komitmen nyata terhadap pembangunan sosial. Saya harap ke depan bisa diperluas, agar lebih banyak warga mendapat manfaat,” ujarnya
Christian Widodo menegaskan, bantuan ini bukan hanya pembangunan fisik rumah, tetapi juga merupakan simbol kolaborasi dan pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan.
“Pemerintah bukan lagi semata-mata memerintah, tapi melayani. Memerintah adalah melayani. Dan pelayanan itu harus nyata,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini Pemkot tengah berupaya menyediakan berbagai bentuk bantuan sosial langsung kepada masyarakat, mulai dari pembangunan rumah, liang lahat gratis bagi keluarga kurang mampu, hingga dana pengaman kesehatan darurat di RSUD SK Lerik.
“Kalau ada warga yang mengalami gawat darurat dan belum memiliki KTP atau BPJS, kami tidak ingin mereka kehilangan nyawa hanya karena urusan administrasi. RSUD S.K. Lerik sudah siapkan dana pengaman Rp 3 miliar. Selamatkan jiwa dulu, administrasinya belakangan,” tegasnya.
Christian pun menyinggung efisiensi anggaran yang dilakukan bersama Wakil Wali Kota. “Kami berdua bahkan tidak membeli mobil dinas baru demi mengalihkan anggaran ke program-program nyata seperti ini. Mobil lama masih bisa dipakai, yang penting rakyat merasakan manfaat kehadiran pemerintah,” katanya.
Acara tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota bidang Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Maulafa, dan para lurah se-Kecamatan Maulafa.
Sementara dari pihak Bank NTT turut hadir Direktur Dana dan Treasury, Drs. Hilarius Minggu, MM, Wakil Kepala Cabang Utama Bank NTT, Richard Dada, serta Kepala Kantor Capem Bank NTT Kantor Wali Kota Kupang, Benyamin Blitanagy. Hadir pula Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 1 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara II, Eva J. Markus, ST.
Pada tempat yang sama Ketua BKM Tangguh Kelurahan Naikolan, Victor Cornelis Nara Alu, melaporkan, program pembangunan rumah layak huni ini dilaksanakan selama 120 hari kerja sejak 13 Januari hingga 13 Mei 2025. Sumber dana berasal dari CSR Bank NTT sebesar Rp 425 juta yang disalurkan langsung ke rekening BKM dan digunakan untuk pembangunan atau rehabilitasi lima unit rumah dengan pagu anggaran Rp 85 juta per unit.
Ia menegaskan, sasaran program ini adalah warga miskin yang belum memiliki akses terhadap hunian yang layak dan telah diseleksi melalui survei oleh Pemerintah Kelurahan Naikolan. Lima penerima bantuan tersebut adalah Agustina Joni (RT 11 RW 4), serta Jefri Arianto Kune, Daniel Babu, Jens Ayub Dudu, dan Nitanel Baimnune yang merupakan warga RT 17 RW 5 Kelurahan Naikolan.
“Program ini adalah bagian dari upaya mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah membuka jalan bagi program ini,” ungkapnya.
