Melki Laka Lena Dorong Kader KB se- NTT Untuk Memiliki Asuransi Kesehatan & Tenaga Kerja

Kefamenanu,sonafntt-news.com.Kader penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu komponen yang memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan edukasi, mendukung dan memberikan solusi yang efektif untuk menyiapkan perencanaan kehidupan keluarga baik sesuai ketentuan pemerintah pusat guna menuju keluarga yang sehat.Oleh karena itu kader penyuluh KB se- NTT perlu perhatian yang serius dari pemerintah dan salah salah satu langkah yang harus didorong yakni memberikan asuransi jaminan kesehatan dan asuransi tenaga kerja untuk memudahkan pelayanan di lapangan dan memberikan perlindungan sejak dini bagi kader penyuluh KB saat menjalankan tugas.


Kader penyuluh KB harus diberikan perhatian yang baik agar dapat menjalankan tugas dan perannya secara optimal demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk kepentingan publik termasuk masyarakat NTT.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rangka sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK bersama mitra kerja mengenai pentingnya membangun perencanaan keluarga yang baik dan benar diera globalisasi, sabtu 6 November 2020. Kegiatan ini berlangsung di Hotel viktori II Kefamenanu Kabupaten Timor Utara yang di hadiri oleh mahasiswa dan p perwakilan kader penyuluh KB se- Kabupaten TTU.

Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku kader penyuluh KB memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap pasangan usia subur untuk mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu melalui mengatur waktu, jarak dan jumlah kehamilan, mencegah atau memperkecil kemungkinan seorang ibu saat hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau janin selama kehamilan dan mencegah terjadinya kematian pada seorang yang mengalami komplikasi. Selain itu, kader KB memiliki peran untuk mencegah kehamilan terlalu muda,terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak. Hal ini juga sejalan dengan peraturan Menteri Kesehatan RI No.75 tahun 2014 mengenai pusat kesehatan masyarakat yang menekankan terhadap upaya penanganan kesehatan dan upaya peningkatan pelayanan keluarga berencana terutama fokus pada promosi kesehatan, kesehatan kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, pelayanan gizi keluarga, pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.

Langkah untuk menyikapi kondisi dilapangan perlu adanya perhatian untuk melakukan percepatan dan mewujudkan pelayanan KB yang berkualitas di seluruh 22 kabupaten/Kota se NTT dengan menjamin ketersediaan alat dan obat kontrasepsi serta bahan habis pakai, penyimpanan dan distribusinya, menjamin tersedianya sarana penunjang pelayanan KB seperti obgyn-bed, implan removal kit, media informasi dan pedoman klinis, menjamin tersedianya pembiayaan pelayanan KB baik melalui APBN dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BKKBN bahkan APBD maupun sumber lain yang tidak mengikat dan menjamin tersedianya tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan KB.


“Kader penyuluh KB harus benar benar di diperhatikan dan bentuk perhatian lainnya seperti bantuan timbangan dacing, bantuan pendanaan, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja agar memudahkan pelayanan bagi masyarakat,” tutur ketua DPD I Partai Golkar NTT.


Aspek lain yang harus diperhatikan yakni kader KB harus terampil dalam pelayanan klinis, konseling dan memiliki kemampuan manajemen melalui pelatihan yang berkualitas dan harus intens membangun kerja sama dengan Balai Besar pelatihan Kesehatan dan Balai Pelatihan dan pengembangan KB, pusat pelatihan klinik sekunder tingkat provinsi NTT dan kabupaten.

Ia menambahkan generasi muda juga memiliki peran yang sangat strategis di segala sektor untuk mendukung proses pembangunan sebuah daerah termasuk menyiapkan perencanaan kehidupan keluarga yang baik dan benar. Hal ini harus dilakukan sejak dini terutama berkaitan dengan aspek ekonomi, sosial dan psikologi agar matang ketika membangun sebuah keluarga. Manfaat lain dari kegiatan ini mendorong generasi muda untuk menjadi kader penyuluh KB karena hingga saat ini sebagian besar penyuluh Kader Keluarga Berencana (KB) di NTT digerakan oleh orangtua bahkan adanya kader KB yang sudah lanjut usia.


Kondisi ril di lapangan harus kita mengakui bersama banyak orang muda belum memahami dengan tuntas tentang pentingya memiliki perencanaan yang baik dalam kehidupan keluarga dan solusinya generasi muda harus berani memainkan perannya dengan baik bahkan harus menjadi teladan di dalam keluarganya maupun di lingkungan sekitar, tegas Melki Laka Leka. (MF/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *