Kupang, SonafNTT-News.com. Penanganan infrastruktur jalan nasional pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dikebut. Sejumlah ruas jalan nasional yang terdampak bencana telah mendapatkan penanganan sementara sehingga konektivitas antardaerah kembali berjalan normal.
Kepala Satuan Kerja P2JN Provinsi NTT, Andria Muharami Fitra, ST, M.Eng.Sc, mengatakan seluruh jaringan jalan nasional yang terdampak gempa telah ditangani secara teknis untuk memastikan akses transportasi dan distribusi logistik tetap berjalan.
“Untuk penanganan sementara ruas jalan nasional yang terdampak bencana, semua sudah dilakukan sesuai ketentuan. Saat ini kami sedang menyiapkan desain untuk penanganan permanen dan desain tersebut akan segera diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Andria kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
Menurut Andria, hasil monitoring di lapangan menunjukkan terdapat 45 segmen yang telah mendapatkan penanganan. Selain itu, terdapat sekitar 31 titik longsoran yang membutuhkan penanganan secara serius.
Penanganan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran konektivitas wilayah Flores, terutama karena jalan nasional merupakan jalur utama pergerakan masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta mobilitas logistik antarkabupaten.
Puluhan Titik Terdampak Berhasil Dipulihkan
Gempa yang mengguncang Pulau Flores menyebabkan sejumlah titik pada jaringan jalan nasional mengalami gangguan, mulai dari longsoran, patahan badan jalan, hingga kondisi jalan yang memerlukan penanganan teknis.
Pembersihan material longsor dan penanganan sementara dilakukan pada sejumlah koridor strategis. Di wilayah kerja PJN III, cakupan penanganan meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.
Sementara itu, wilayah kerja PJN IV meliputi Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata.
Beberapa ruas strategis yang telah mendapatkan penanganan sementara antara lain koridor Labuan Bajo–Ende–Maumere, Ruteng–Reo–Kedindi, serta Reo–Dampek.
Selain itu, penanganan juga dilakukan pada koridor wilayah tengah hingga timur Flores, antara lain Aegela–Danga (Mbay)–Nila–Maropokot, Batas Kota Ende–Detusoko, Detusoko–Wologai, Junction–Wolowaru, Wolowaru–Lianunu, Lianunu–Hepang, Hepang–Nita, serta Waepare–KM 180 dan KM 180–Waerunu.
Dengan penanganan sementara tersebut, akses jalan nasional yang sempat terdampak kini dapat kembali difungsikan.
Ia lebih lanjut menyampaikan, Penanganan Darurat, meski akses jalan telah kembali normal, pemerintah melalui satuan kerja terkait tidak berhenti pada penanganan sementara. Tahap berikutnya adalah memastikan kerusakan yang terjadi akibat gempa dapat diperbaiki secara permanen dan memiliki tingkat keamanan serta ketahanan yang memadai.
Andria menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan desain teknis penanganan permanen. Proses tersebut masih berjalan dan selanjutnya menunggu petunjuk dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“ Saat ini sedang berproses dan kami menunggu petunjuk dari Kementerian PU,” jelasnya.
