PDI Perjuangan Ngada Hadir di Tengah Duka Naruwolo: Beasiswa hingga Kuliah untuk Anak Korban Tragedi Kemanusiaan
Ngada, SonafNTT-News.com. Tragedi kemanusiaan yang mengguncang Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat. Di tengah duka yang masih membekas atas kepergian YBS yang “dipanggil” Tuhan pada 29 Januari 2026, hadir sebuah aksi nyata yang menghidupkan kembali harapan dan rasa kebersamaan.
Dalam nuansa gotong royong yang kental, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ngada bersama jajaran PAC Kecamatan Jerebuu dan PR Desa Naruwolo turun langsung menyapa keluarga korban. Kehadiran partai berlambang banteng moncong putih ini bukan sekadar simbolik, melainkan wujud empati dan solidaritas di saat rakyat berada dalam titik paling rapuh.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada, Wilfridus Muga, menegaskan bahwa partai politik tidak boleh hanya hadir saat rakyat bersuka cita, tetapi juga wajib berdiri di barisan terdepan ketika masyarakat dirundung duka dan kesulitan.
“Kami datang dengan hati terbuka. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari rakyat,” ujar Muga kepada media, Jumat (06/02/2026).
Langkah yang paling menyentuh perhatian publik adalah keputusan PDI Perjuangan Ngada untuk menjamin masa depan pendidikan kedua anak korban. Secara simbolis, Wilfridus Muga menyerahkan beasiswa pendidikan penuh mulai dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi, yang akan dikelola melalui Lembaga Pendidikan Citra Bakti Malanusa. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan pendukung ditanggung langsung oleh Wilfridus Muga bersama keluarganya.
Di tengah maraknya bantuan bersifat seremonial, komitmen pendidikan jangka panjang ini menjadi sorotan dan menuai apresiasi luas.
Muga menekankan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan keterpurukan sosial.
“Saya ingin anak-anak ini tetap bermimpi dan berprestasi. Kehilangan orang tua bukan akhir dari masa depan mereka,” tegasnya.
Tak berhenti pada satu keluarga, kehadiran DPC PDI Perjuangan Ngada juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Salah satu persoalan mendesak yang mengemuka adalah kerusakan Gedung SDN Rutojawa akibat longsor, yang dinilai mengancam kelangsungan proses belajar mengajar. Persoalan ini langsung dicatat sebagai agenda perjuangan di tingkat legislatif.
Sebagai bukti konsistensi, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngada juga memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada dua calon mahasiswa asal Desa Naruwolo yang lolos Program Indonesia Pintar (PIP). Keduanya akan melanjutkan studi di Kampus Citra Bakti Malanusa pada program studi PGSD dan Musik.
Lebih jauh, PDI Perjuangan Ngada menyatakan tragedi ini menjadi titik tolak penguatan aksi kemanusiaan dan langkah preventif. Seluruh struktur partai hingga tingkat anak ranting akan digerakkan untuk mendata anak-anak kurang mampu dan memastikan intervensi cepat berupa bantuan perlengkapan pendidikan.
“Setiap langkah PDI Perjuangan adalah langkah yang berpihak pada rakyat,” ucap Muga dengan tegas.
