Kupang, SonafNTT-News.com. Harapan masyarakat Kabupaten Lembata untuk kembali menikmati layanan transportasi laut yang lancar mulai menemukan titik terang. Pelabuhan Ferry Waijarang yang mengalami kerusakan akibat bencana pada November 2025 ditargetkan kembali beroperasi pada akhir September 2026 setelah proses perbaikan yang saat ini sedang berlangsung oleh pemerintah pusat melalui PT ASDP Indonesia Ferry.
Kabar tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan DPRD NTT yang digelar di Kupang, Rabu (24/6/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Komisi IV DPRD NTT Ana Kolin dan dihadiri Kepala Dinas Perhubungan NTT Fredy Koenunu, Ketua Komisi III DPRD NTT Yohanes De Rosary, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT Piter Yan Windy, perwakilan KSOP Kupang, General Manager ASDP Kupang, serta Bupati Lembata Kanisius Tuaq, SP
Kepala Dinas Perhubungan NTT Fredy Koenunu usai Rapat Dengar Pendapat tersebut menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya membahas progres perbaikan Pelabuhan Waijarang, tetapi juga strategi pengelolaan aset transportasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Menurut Fredy, keberadaan Pelabuhan Waijarang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antar pulau dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lembata. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar proses rehabilitasi dapat berjalan sesuai target.
“Penanganan Pelabuhan Waijarang sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pada akhir September 2026 untuk kemudian dilakukan uji coba operasional. Selain itu, kami juga membahas optimalisasi aset-aset yang ada agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD NTT Yohanes De Rosary menekankan pentingnya kejelasan status dan pengelolaan aset pelabuhan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT perlu segera mengambil langkah kebijakan bersama Pemerintah Kabupaten Lembata agar pemanfaatan aset daerah dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
General Manager ASDP Kupang Ardini Fiandy memastikan bahwa proses perbaikan terus dipantau secara intensif. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut ditangani langsung oleh pemerintah pusat karena pekerjaan konstruksi dilakukan di bawah permukaan air yang membutuhkan teknologi dan pengawasan khusus.
“Kami menargetkan akhir September pekerjaan selesai sehingga pelabuhan dapat kembali beroperasi. Namun pelaksanaan di lapangan juga sangat bergantung pada faktor cuaca dan keselamatan pekerja,” katanya.
Fiandy juga mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat konektivitas laut di NTT melalui koordinasi dengan pemilik kapal dan pembukaan sejumlah jalur strategis guna memperlancar arus barang dan mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, Bupati Lembata Kanisius Tuaq menyuarakan harapan besar masyarakat kepulauan terhadap peningkatan infrastruktur transportasi. Menurutnya, keterbatasan akses laut masih menjadi tantangan utama yang menghambat distribusi barang dan pengembangan ekonomi daerah.
“Lembata sangat bergantung pada pelabuhan. Kami memiliki potensi komoditas unggulan seperti kelapa, kemiri, pisang, dan hasil pertanian lainnya yang membutuhkan dukungan transportasi yang memadai agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
