Pelabuhan Waijarang Bangkit, Siap Beroperasi Kembali September 2026, Ketua Komis III DPRD NTT Sebut Kunci Kebangkitan Ekonomi Lembata

IMG-20260624-WA0019

Kupang, SonafNTT-News.com. Harapan ribuan masyarakat Kabupaten Lembata untuk kembali menikmati layanan transportasi laut yang normal akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah mengalami kerusakan akibat bencana pada November 2025, Pelabuhan Ferry Waijarang kini tengah direhabilitasi dan ditargetkan kembali beroperasi pada akhir September 2026.

Kabar menggembirakan tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan DPRD NTT di ruang Kelimutu pada Rabu 24/6/2026 yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, ASDP, KSOP hingga Bupati Lembata. Pertemuan itu tidak hanya membahas progres perbaikan pelabuhan, tetapi juga arah pengelolaan aset strategis yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Lembata.

Pantauan media rapat gabungan DPRD NTT di pimpinan oleh Sekretaris komisi IV DPRD NTT Ana Kolin.Turut mendampingi Wakil Ketua Komis II Piter Yan Windy, Bupati Lembata, Anggota Komisi II Yohanes Oematan, Ketua Badan Kehormatan DPRD NTT Nelson Matara, Anggota Komisi IV DPRD NTT Simson Polin, Sekretaris Fraksi NasDem Alex Ofong, dan Viktor Mado Watun

Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosary, menegaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Waijarang tidak bisa dipandang sekadar sebagai fasilitas transportasi. Menurutnya, pelabuhan tersebut merupakan aset strategis yang menentukan masa depan pembangunan ekonomi daerah.

“Pelabuhan Waijarang adalah jantung konektivitas Lembata. Pengelolaan aset yang tepat akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, Selama berbulan-bulan masyarakat merasakan dampak langsung dari terganggunya operasional pelabuhan. Distribusi barang menjadi lebih sulit, biaya logistik meningkat, dan aktivitas perdagangan mengalami perlambatan.

Anggota DPRD NTT asal Partai Golkar itu lanjut menjelaskan bahwa Pelabuhan Waijarang memiliki peran vital dalam membuka keterisolasian wilayah kepulauan, memperlancar distribusi logistik dan pangan, mendukung perdagangan hasil perikanan dan pertanian, mendorong sektor pariwisata, hingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Fredy Koenunu, menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal proses rehabilitasi agar berjalan sesuai target. Selain memperbaiki infrastruktur yang rusak, pemerintah juga tengah merumuskan strategi pengelolaan aset transportasi yang lebih efektif dan produktif.

“Penanganan Pelabuhan Waijarang sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pada akhir September 2026 untuk kemudian dilakukan uji coba operasional. Kami ingin aset yang ada dapat memberikan pelayanan terbaik sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ardini Fiandy, memastikan pekerjaan konstruksi terus berjalan dengan pengawasan ketat. Ia menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan oleh pemerintah pusat karena melibatkan pekerjaan teknis di bawah permukaan laut yang membutuhkan teknologi khusus.

“Kami optimistis target akhir September dapat tercapai, meskipun tetap memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan kerja,” katanya.
Di tengah proses pembangunan tersebut, masyarakat Lembata menaruh harapan besar terhadap kembalinya aktivitas pelabuhan.

Bupati Lembata, Kanisius Tuaq, SP menegaskan bahwa daerahnya sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendukung distribusi komoditas unggulan seperti kelapa, kemiri, pisang, dan berbagai hasil pertanian lainnya.

Menurutnya, beroperasinya kembali Pelabuhan Waijarang akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi daerah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses transportasi.

Ia optimis target September 2026 tercapai, maka Pelabuhan Waijarang tidak hanya menjadi simbol pulihnya infrastruktur pasca bencana, tetapi juga menjadi harapan baru bagi percepatan pembangunan, peningkatan investasi, pertumbuhan UMKM, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lembata.

Exit mobile version