Pembangunan Jembatan Oesapa Besar Segera Dimulai, Satker PJN I: Fokus Bersihkan Lahan dan Bangun Jalur Alternatif

20260714_115607

Kota Kupang, SonafNTT-News.com. Proyek pembangunan Jembatan Oesapa Besar yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya memasuki tahap persiapan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional melalui Satuan Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I mulai memfokuskan pekerjaan pada pembersihan lahan dan pembangunan jalur alternatif guna memastikan proses konstruksi berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas.
Kepala Satker PJN Wilayah I, Azhari, ST., MT, kepada wartawan, Selasa (14/7/2026), menjelaskan bahwa dua agenda utama yang kini menjadi prioritas adalah penataan kawasan proyek serta pembangunan jembatan darurat sebagai akses sementara sebelum jembatan lama dibongkar.

“Fokus saat ini adalah pembersihan lahan dan pembuatan jalur alternatif. Setelah tahapan itu selesai, baru dilakukan mobilisasi material untuk pekerjaan konstruksi utama,” ujar Azhari.
Ia mengungkapkan, lokasi proyek sebelumnya dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat aktivitas jual beli air. Karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga agar proses pembangunan dapat berlangsung dengan tertib dan mendapat dukungan masyarakat.
“Di area tersebut sebelumnya merupakan lokasi jual beli air. Kami akan melakukan sosialisasi sehingga saat pelaksanaan nanti semuanya dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Azhari menegaskan, seluruh tahapan pembangunan akan mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Salah satu pekerjaan penting adalah pembongkaran jembatan lama yang saat ini masih digunakan masyarakat. Sebelum pembongkaran dilakukan, pemerintah akan terlebih dahulu membangun jembatan darurat sebagai jalur alternatif.
Menurutnya, skema ini berbeda dengan Jembatan Liliba yang memiliki dua bentang sehingga salah satunya masih dapat difungsikan saat proses pembangunan berlangsung.

“Jembatan Oesapa Besar hanya memiliki satu akses, sehingga sebelum dibongkar harus disiapkan terlebih dahulu jembatan darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, lahan untuk pembangunan Jembatan Oesapa Besar telah tersedia sehingga saat ini perhatian difokuskan pada penyediaan material dan pembangunan jalur alternatif. Langkah tersebut diambil agar arus kendaraan di ruas Jalan Timor Raya tetap lancar selama pembangunan jembatan berlangsung.

Tak hanya itu, Satker PJN Wilayah I juga telah menyiapkan skema lalu lintas. Setelah jembatan alternatif beroperasi, kendaraan bertonase besar tidak akan diizinkan melintasi jalur tersebut dan akan dialihkan melalui ruas Jalan Petuk demi menjaga keamanan konstruksi serta kelancaran arus kendaraan.
“Untuk kendaraan dengan muatan berat nantinya akan diarahkan melewati ruas Jalan Petuk,” tegas Azhari.

Ia menegaskan bahwa Pembangunan Jembatan Oesapa Besar dinilai memiliki peran strategis bagi Kota Kupang. Infrastruktur ini merupakan akses utama yang menghubungkan pusat kota dengan Bandara El Tari serta sejumlah kawasan permukiman, perdagangan, dan pelayanan publik.

Ia menambahkan, Keberadaan jembatan baru diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan di ruas Jalan Timor Raya, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Exit mobile version