Jalan Oepoli–Saenam–Wini Capai 70 Persen, BPJN NTT Fokus Kualitas

IMG-20260712-WA0012

 

TTU, SonafNTT-News.com.Upaya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur mencatat capaian menggembirakan dalam pelaksanaan proyek strategis di kawasan perbatasan barat Pulau Timor. Hingga 11 Juli 2026, progres fisik pekerjaan Preservasi Jalan Nasional Oepoli–Saenam–Napan dan Simpang Amol–Manamas–Wini telah mencapai 70 persen, menunjukkan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan.

 

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN NTT, Dirmala, ST, mengatakan paket preservasi jalan nasional tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp14,2 miliar dan terus menunjukkan perkembangan yang positif.

 

“Untuk paket Preservasi Jalan Oepoli–Saenam–Napan dan Simpang Amol–Manamas–Wini yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp14,2 miliar, progres fisik pekerjaan telah mencapai 70 persen,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

 

 

Menurut Dirmala, pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu berkat koordinasi yang solid di lapangan serta komitmen seluruh tim pelaksana. Ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tidak akan mengurangi standar mutu yang telah ditetapkan.

 

 

“Kami optimis melalui koordinasi dan kerja sama seluruh tim di lapangan, penanganan preservasi Jalan Nasional Oepoli–Saenam–Napan dan Simpang Amol–Manamas–Wini akan selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan quality control sesuai spesifikasi teknis,” katanya.

 

 

Ia menjelaskan, preservasi jalan merupakan langkah strategis untuk menjaga kondisi jalan nasional agar tetap berfungsi secara optimal sehingga umur layanan jalan dapat tercapai sesuai perencanaan. Penanganan dilakukan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi hingga rekonstruksi pada segmen yang membutuhkan.

 

 

“Fokus utama preservasi adalah mempertahankan kemantapan jalan melalui pencegahan, perawatan, dan perbaikan sebelum kerusakan menjadi lebih berat,” jelasnya.

 

 

Selain proyek preservasi jalan, BPJN NTT juga terus mempercepat Penggantian Jembatan Lelone yang dialokasikan anggaran sebesar Rp5,2 miliar. Hingga 11 Juli 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 55 persen.

 

“Progres fisik hingga Sabtu, 11 Juli 2026 sudah mencapai 55 persen dan kami terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengutamakan kualitas sesuai ketentuan,” ujar Dirmala.

 

 

Ia lanjut menerangkan bahwa, saat ini tim lapangan sedang mempersiapkan pembesian balok dan lantai jembatan “upaya ini untuk membentuk struktur beton bertulang yang kuat. Selain itu, berfungsi menahan gaya tarik yang tidak mampu dipikul oleh beton, mencegah keretakan akibat beban lalu lintas dan suhu, serta menyatukan elemen struktur agar jembatan kokoh dan aman.”ujarnya

 

 

(Nampak sedang di lakukan tahapan pembesian balok dan lantai jembatan, dok.istemewa, Sabtu 11/7/2026).

Menurutnya, penggantian Jembatan Lelone memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperkuat keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar distribusi logistik yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

 

 

Ia menambahkan, dengan progres yang terus meningkat pada kedua proyek tersebut, kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Kehadiran infrastruktur jalan dan jembatan yang semakin andal diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, menekan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur.

 

 

 

 

Exit mobile version