Sinergi Kemenko PM dan Undana Perkuat Langkah Tekan Angka Kemiskinan di NTT

Screenshot_20260709-231505_Chrome

Kupang, SonafNTT-News.com. Pemerintah terus memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Karang Taruna melalui peluncuran Program Gerakan Karang Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) sebagai strategi membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

 

Peluncuran Program Garuda berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Kamis (9/7/2026). Program ini merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Pejabat Vertikal lingkup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Pejabat lingkup pemerintah Provinsi NTT, Walikota Kupang dr.Christian Widodo, Wakil Walikota Kupang Serena Francis, Pimpinan OPD lingkup Kota Kupang, Pejabat Struktural lingkup Universitas Nusa Cendana, para dosen dan mahasiswa Undana.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan target besar untuk menekan angka kemiskinan di seluruh Indonesia, termasuk NTT yang masih menjadi salah satu wilayah prioritas.

“Program ini merupakan penerapan Inpres Nomor 8 Tahun 2025. Pemerintah ingin memastikan seluruh program pemberdayaan benar-benar terintegrasi agar mampu mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya di NTT,” ujarnya.

Menurut Abdul Haris, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Kemenko PM melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, Karang Taruna, hingga berbagai kementerian dan lembaga agar program pemberdayaan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menilai Universitas Nusa Cendana memiliki sumber daya manusia yang mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat. Dunia pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak masyarakat yang lebih mandiri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui pendidikan yang kuat, masyarakat memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya dan menentukan masa depan yang lebih baik. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam strategi pengentasan kemiskinan,” katanya.

Abdul Haris juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara tepat sasaran. Menurutnya, setiap dana yang dialokasikan pemerintah harus memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengapresiasi peran Karang Taruna NTT yang mulai mengambil bagian dalam berbagai program pemberdayaan dan berharap organisasi kepemudaan tersebut terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Jefri S. Bale, menyatakan komitmen Undana untuk mendukung penuh program pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di NTT melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan momentum penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Hari ini menjadi momentum yang sangat baik karena terbangun sinergi yang diyakini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Undana siap memperluas kerja sama dengan berbagai pihak melalui kerja-kerja konkret yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan percepatan pembangunan daerah,” ungkapnya.

 

 

Ia menegaskan Peluncuran Program Garuda diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan pemberdayaan yang lebih masif di NTT. Dengan melibatkan generasi muda, perguruan tinggi, serta dukungan penuh pemerintah, program ini diharapkan tidak hanya mampu menekan angka kemiskinan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi masyarakat yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

Exit mobile version