Pemerintah Pusat Siap Pulihkan Ekonomi Di Kabupaten TTU Pasca Badai Seroja Awal April 2021.

Kefamenanu,sonafntt-news.com. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial siap melakukan langkah-langkah strategis dan efektif untuk memulihkan perekonomian di NTT termasuk di Kabupaten TTU pasca badai seroja pada awal bulan april 2021.

Pantauan media ini, Menteri Sosial dan rombongan diterima dengan tutur adat di rumah jabatan Bupati TTU. Drs. Juandi David. Turut hadir wakil bupati TTU Drs. Eusabius Binsasi, pimpinan SKPD lingkup TTU, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, ketua dan wakil ketua TP. PKK Kabupaten TTU, Ketua DPRD TTU, Dandim 1618/ TTU, Kapolres TTU, Kepala Kejaksaan Kefamenanu, Ketua Pengadilan Negeri Kefamenanu, Plt.Sekda TTU, Asisten I Setda TTU, dan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda TTU, tokoh agama dan perwakilan tokoh adat. setelah diterima secara adat selanjutnya dilakukan pengalungan sarung adat oleh Pemda TTU dan unsur Forkompinda kepada Menteri Sosial dan rombongan,26/5/2021.

Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan kerja yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui langsung kondisi yang dialami oleh masyarakat TTU pasca seroja di bulan april 2021.

“Kami mohon ijin Pa Bupati TTU dan jajaran agar kiranya bersama melihat langsung lokasi yang rusak akibat bencana pada awal bulan april 2021 dan hasil kunjungan kerja ril di lapangan tentu akan dibahas bersama dan selanjutnya pemerintah pusat merumuskan langkah yang tepat sesuai tugas dan perannya guna membantu masyarakat yang mengalami dampak langsung dari badai siklon tropis seroja..Langkah lain yang juga akan kami lakukan yakni membangun komunikasi dengan seluruh pihak dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk memulihkan ekonomi selain memberikan bantuan sosial untuk penanganan bencana di kabupaten TTU.

Data –data yang telah disampaikan oleh Bupati TTU Drs. Juandi David tentu menjadi acuan untuk penanganan bencana baik perumahan warga yang rusak, kebutuhan air bersih yang bersumber langsung dari kecamatan Mutis bahkan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak di beberapa lokasi”. ungkap Menteri Sosial.

Saya berharap mari kita beradaptasi dengan kondisi ril pasca badai seroja dan bersama melakukan diskusi serta mencari solusi untuk perbaikan pembangunan terutama menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Menteri Sosial RI menyerahkan secara simbolis santunan kematian kepada dua ahli waris yakni Elasius Un Usbo dan Yosep Ina Lotu

Sementara Bupati TTU Dts. Juandi David dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Menteri sosial dan rombongan atas kunjungannya yang telah berkenan melakukan kunjungan kerja di TTU dan hal ini tentu menajdi kebannggaan bagi kami untuk berdialog langsung dengan Menteri Sosial RI.

Juandi David menjelaskan bahwa kehadiran Menteri Sosial RI dan rombongan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat kepada kami yang pada tanggal 4 april 2021 dinihari dilanda badai siklon tropis seroja dan bencana tersebut mengakibatkan banjir dan meluapnya sungai yang tersebar pada 24 kecamatan.Untuk diketahui bencana tersebut banjir menggenangi pemukiman penduduk, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan lahan pertanian masyarakat. Selain itu, berdasarkan data yang ada, telah terjadi kerusakan pada 96 desa kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan dan dalam menghadapi kondisi tersebut Pemda TTU sudah melakukan penanganan darurat dengan tepat dan efektif pada saat terjadinya bencana baik melakukan evakuasi korban, menyelamatkan harta benda warga, pemenuhan kebutuhan dasar,perlindungan dan pengawasan kepada pengungsi serta pemulihan sarana dan prasarana vital akibat bencana banjir.

Mantan kadis PMD TTU lanjut menguraikan bahwa dampak yang dialami oleh masyarakat TTU pasca badai siklon tropis diantaranya pengungsi 185 Kepala Keluarga atau 765 jiwa, keluarga terdampak sebanyak 2.963 KK sedangkan rumah penduduk yang mengalami kerusakan sebanyak 227 unit dengan rincian rusak berat 70 unit dan telah mendapat bantuan danah hunian Rp.500.000 per bulan, rusak sedang 48 unit dan rusak ringan sebanyak 109 unit yang tersebar pada 21 kecamatan yang meliputi 41 desa. Data tersebut telah diusulkan Pemda TTU melalui Badan Penanggulangan bencana daerah kepada BNPB Pusat dan semenyata diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Juandi David juga menerangkan bahwa dampak dari badai seroja siklon tropis mengakibatkan kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, yang terdiri dari 12 ruas jalan.Selain itu adanya kerusakan sarana air bersih mengakibatkan suplay air dari kecamatan mutis putus total. Kerusakaan lainnya tempat ibadah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan yakni 1 unit mobil ambulance saluran irigasi, bendungan, lahan pertanian baik lahan kering dan lahan basah.dan ditemukan ternak warga yang mati, dan

” saat bencana Pemda TTU bersama TNI, Polri dan seluruh pihak yang berwenang sudah melakukan penangan tanggap darurat bagi 2250 KK yang terdampak dan melakukan evakuasi warga yang mengungsi dan membuka dapur umum guna memberikan pelayanan bagi warga yang terdampak”tutur Juandi David. (DK/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *